Berita

Patung Budha Donald Trump/Net

Dunia

Patung Budha Donald Trump, Upaya Pengusaha Tiongkok Perlihatkan Sosok Mantan Presiden AS Dalam Pose Yang Damai

KAMIS, 11 MARET 2021 | 08:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengusaha furniture China membuat gebrakan baru dalam karyanya. Ia membuat patung Donald Trump dalam bentuk yang berbeda yang dilempar ke pasaran sejak bulan lalu

Jika selama ini orang mengenal Trump sebagai sosok yang 'berisik', maka patung ini memperlihatkan sikap tenang Trump dalam pose yang tidak  biasa, yaitu tangan Trump terlipat di lutut dan ibu jari ke luar yang dikenal sebagai pose Budha.

'Patung Budha Trump' ini menunjukkan Trump sedang  melakukan meditasi dan kontemplasi.


Dalam peredaran pertamanya, Patung Budha Trump telah terdaftar di Taobao, platform e-commerce China. Di sana, patung setinggi 1,6 meter dilabeli seharga RMB 999 (150 dolar AS). Untuk yang berukuran lebih besar, yaitu 4,6 meter, dilabeli dengan harga 3.999 yuan (610 dolar AS).

Para penjual patung mengakui mereka telah menjual 'lusinan' dari 100 'Patung Budha Trump' yang diproduksi sejauh ini.

Ini bukan pertama kalinya mantan presiden AS ditampilkan dalam pose Budha. Sebelumnya telah hadir Trump Budha oranye dengan cetakan 3D yang tersedia di situs web kerajinan Etsy, di mana penjualnya mengatakan, bahwa Patung Budha Trump tidak dimaksudkan untuk mengobarkan politik apa pun. Hanya sebagai pengingat bahwa di mana pun kita berada dalam spektrum politik, kita semua harusnya tetap berbahagia dan tertawa.

Sosok fenomenal Trump ternyata menjadi sumber barang dagangan populer di situs web Taobao, di mana pengguna dapat membeli topeng wajah Trump, model, patung kecil, topi, kaus kaki dan lainnya, seperti dilaporkan The Guardian.

Taobao, yang dimiliki oleh Alibaba, memiliki penjualan ritel tahunan yang dikatakan melebihi penjualan e-commerce gabungan dari semua perusahaan AS. Pada 2016, lebih dari 1 miliar produk tersedia di situs itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya