Berita

Joko Intarto sesaat usai menjalani vaksin Covid-19/RMOL

Publika

Pengalaman Divaksin

RABU, 10 MARET 2021 | 18:29 WIB | OLEH: JOKO INTARTO

AKHIRNYA saya bisa menjalani proses vaksinasi Covid-19. Dilayani dokter dan paramedis Muhammadiyah, saya merasa sangat nyaman.

Hanya perlu 10 menit untuk menyelesaikan seluruh proses: dari pendaftaran, screening, vaksinasi dan penerbitan sertifikat.

"Tekanan darahnya kok agak rendah?" tanya petugas di meja screening.


"Biasanya memang rendah," jawab saya.

"Jangan-jangan karena sering begadang?" komentarnya.

"Lho, kok ibu tahu kalau saya begadang? Jangan-jangan baca status Facebook saya?" jawab saya.

Paramedis itu tertawa kecil.

"Kalau tekanan darahnya terlalu rendah, atau terlalu tinggi dari normal, tidak boleh ikut vaksinasi. Harus menunggu benar-benar normal. Tekanan darah Bapak ini masih oke," jelasnya.

"Faktor menu makanan juga bisa mempengaruhi tekanan darah kan Bu?" tanya saya.

"Bisa. Makanan berbahan daging cenderung meningkatkan tekanan darah. Kalau makanan berbahan nabati umumnya tidak," jelas petugas itu.

"Tapi tempe dan tahu terbukti bisa bikin darah tinggi," kata saya.

"Oh ya?" tanya petugas tersebut.

"Ada banyak hasil risetnya. Dua orang diuji tekanan darahnya selama seminggu. Orang pertama dikasih makan dengan lauk tempe dan tahu terus. Yang satu lagi dikasih menu sop kaki kambing, sate ayam, gulai sapi. Pada hari keempat, yang makan tempe dan tahu ternyata tekanan darahnya naik drastis," jawab saya.

Paramedis itu rupanya paham. Saya sedang membanyol.

Selesai pengecekan tekanan darah, paramedis itu menanyai saya beberapa pertanyaan. Setiap jawaban ditulis di formulir kuisionair. Pertanyaannya seputar usia, riwayat penyakit dan riwayat Covid-19 di lingkungan kerja maupun rumah.

Hasil screening: Lolos! Saya boleh mengikuti vaksinasi.

"Ini bekas suntik vaksinasi cacarnya kok besar banget? Pasti dulu dikejar-kejar untuk vaksinasi," kata dr Diana.

Saya tertawa. Memang saat vaksinasi cacar dulu, prosesnya harus kejar-kejaran. Beberapa guru mengejar saya yang berusaha kabur dari daftar antrian.

"Kalau setelah vaksinasi merasa ngantuk, harap tidur. Kalau pusing, mual atau demam, minum obatnya," ujar dokter.

Sebelum pulang, panitia masih memberi bingkisan multivitamin, hand sanityzer dan makan siang.

Alhamdulillah. Terima kasih Muhammadiyah yang telah memberi layanan sangat baik. Benar-benar berkemajuan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya