Berita

Bendera Taiwan/Net

Dunia

Dituding AS Akan Invasi Taiwan, Begini Tanggapan China

RABU, 10 MARET 2021 | 18:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China mengomentari pernyataan Komandan Militer AS di Indo-Pasifik, Philip Davidson yang menyatakan bahwa Beijing dapat menginvasi Taiwan dalam enam tahun ke depan.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada Rabu (10/3) mengatakan, pernyataan tersebut merupakan upaya AS untuk meningkatkan anggaran pertahanannya dan membenarkan tindakan militernya di Asia.

"Beberapa orang AS terus menggunakan masalah Taiwan untuk meningkatkan ancaman militer China," ujar Zhao kepada wartawan, seperti dikutip AFP.


"Tetapi pada dasarnya ini adalah AS yang mencari dalih untuk meningkatkan pengeluaran militernya, memperluas pasukannya dan mencampuri urusan regional," sambung dia.

Sebelumnya, pada Selasa (9/3), Davidson memberikan pernyataan di hadapan anggota parlemen. Ia menyebut China dapat mempercepat ambisinya mengusai dunia jika AS tidak segera menanggapi. Lantaran militer China telah berkembang semakin kuat.

Dalam pernyataan tersebut, ia juga mengatakan, China dapat menyerang Taiwan dalam waktu enam tahun ke depan.

"Saya khawatir mereka (China) mempercepat ambisi mereka untuk menggantikan Amerika Serikat dan peran kepemimpinan kami dalam tatanan internasional berbasis aturan pada tahun 2050," kata Davidson.

"Taiwan jelas merupakan salah satu ambisi mereka sebelum itu. Dan saya pikir ancaman itu nyata selama dekade ini, pada kenyataannya, dalam enam tahun ke depan," lanjut dia.

Davidson juga menyoroti bagaimana China telah membuat klaim teritorial di Laut China Selatan yang bahkan mengancam pulau Guam milik AS.

"Guam adalah target hari ini," tekan memperingatkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya