Berita

Vaksin Covid-19/Net

Dunia

Permintaan Ditolak AS, Meksiko Cari Vaksin Covid-19 Ke China

RABU, 10 MARET 2021 | 09:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meksiko akhirnya harus beralih ke China untuk mengisi kekurangan vaksin setelah permintaan untuk berbagi vaksi ditolak oleh Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard pada Selasa (9/3) mengatakan pihaknya berupaya untuk memesan 22 juta dosis vaksin Covid-19 dari China.

Ia menyebut, Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mempelopori upaya untuk mendapatkan lebih banyak bantuan dari China.


"Sebagai hasil dari proses yang dipimpin secara pribadi oleh presiden republik, kami telah menerima konfirmasi bahwa kami akan memiliki perluasan hingga 22 juta dosis," kata Ebrard, seperti dikutip Reuters.

Ebrard mengatakan Meksiko telah memesan 10 juta dosis tambahan vaksin Covid-19 Sinovac China untuk dikirimkan antara Mei hingga Juli, di atas 10 juta yang sudah dipesan, yang akan tiba antara Maret hingga Mei.

Tiga juta dosis vaksin Covid-19 CanSino Biologics Inc China akan tiba di Meksiko pada Rabu (10/3), dan akan dikirim ke negara bagian Queretaro.

Meksiko juga akan memesan 12 juta dosis vaksin yang dibuat oleh China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) setelah disetujui oleh regulator kesehatannya.

Sebelumnya, Meksiko menggantukan harapan pada AS untuk mendapatkan sejumlah vaksin. Hal itu disampaikan dalam pembicaraan antara Presiden Lopez Obrador dengan Presiden Joe Biden.

Namun pemerintahan Biden tampaknya menolak permintaan Lopez Obrador, menyebut pembagian vaksin akan dilakukan ketika telah mengamankan vaksin untuk semua warga Amerika.

Peluncuran vaksin di Meksiko telah dikritik karena terlalu lambat, meskipun para pejabat mengatakan mereka terhambat oleh penundaan dalam menerima vaksin di tengah kekurangan global.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya