Berita

Ratu Elizabeth II/Net

Dunia

Pasca Wawancara Harry Dan Meghan, PM Boris Johnson Beri Dukungan Untuk Ratu Elizabeth II

SELASA, 09 MARET 2021 | 07:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Wawancara antara Pangeran Harry dan Meghan Markle bersama Oprah Winfrey yang disiarkan akhir pekan lalu telah memicu beragam reaksi, khususnya terkait dengan dugaan Kerajaan Inggris melakukan rasisme terhadap Megha dan anaknya, Archie.

Ketika diminta komentar, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson enggan menanggapi. Alih-alih, ia menyatakan kekagumannya yang tertinggi kepada Ratu Elizabeth II.

"Saya selalu sangat mengagumi ratu dan peran pemersatu yang dia mainkan di negara kami di seluruh Persemakmuran," ujar Johnson kepada wartawan pada Senin (8/3), seperti dikutip Sputnik.


"Sisanya, semua terkait keluarga kerajaan, saya telah menghabiskan waktu untuk tidak mengomentari masalah keluarga kerajaan dan saya tidak berniat untuk melakukannya hari ini," lanjut dia.

Dalam wawancara eksklusif yang ditayangkan CBS pada Minggu (7/3), Harry dan Meghan mengungkap kehidupan mereka selama menjadi anggota kerajaan hingga akhirnya keluar dengan fenomena Megxit yang menggemparkan Inggris.

Meghan menyebut, ketika ia mengandung putranya, Archie, anggota kerajaan khawatir seberapa gelap kulit anaknya dan bagaimana rupanya.

"Mereka tidak ingin dia menjadi pangeran atau putri, belum mengetahui apa jenis kelaminnya, yang akan berbeda dengan protokol, dan dia tidak akan menerima pengamanan," ungkap Meghan.

"Juga kekhawatiran dan percakapan tentang betapa gelap kulitnya ketika ia lahir," tambahnya.

Ketike ditanya oleh Oprah siapa yang mengatakan hal tersebut, Meghan enggan menyebutkannya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya