Berita

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Taliban pada Februari 2020/Net

Dunia

AS Minta Turki Jadi Tuan Rumah Dialog Perdamaian Intra-Afghan

SENIN, 08 MARET 2021 | 13:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) meminta Turki untuk menjadi tuan rumah pertemuan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban atau dialog perdamaian intra-Afghan.

Hal itu terungkap dari surat yang dikirim Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken kepada Presiden Aghanistan Ashraf Ghani yang dibocorkan oleh Tolo News pada Minggu (7/3).

“Kami akan meminta pemerintah Turki untuk menjadi tuan rumah pertemuan tingkat senior kedua belah pihak dalam beberapa pekan mendatang untuk menyelesaikan perjanjian perdamaian," tulis Blinken dalam surat yang dikutip Anadolu Agency itu.


"Saya mendesak Anda (Ghani) atau pihak berwenang Anda yang ditunjuk untuk bergabung dengan perwakilan lain dari Republik Islam (Afghanistan) dalam pertemuan ini," lanjut Blinken.

Selain mengikutsertakan Turki, Blinken juga mengatakan, AS bermaksud untuk meminta PBB untuk memanggil menteri luar negeri dan utusan dari Rusia, China, Pakistan, Iran, hingga India untuk membahas perdamaian di Afghanistan.

"Saya yakin bahwa negara-negara ini memiliki kepentingan yang sama di Afghanistan yang stabil dan harus bekerja sama jika kita ingin berhasil," katanya dalam surat itu.

Blinken juga menyerukan pendekatan yang lebih inklusif dan kredibel oleh pemerintah Afghanistan untuk negosiasi dengan Taliban tentang pemerintahan dan pembagian kekuasaan.

Ia juga menyoroti bahwa Taliban akan mendapatkan keuntungan teritorial karena AS masih mempertimbankan penarikan pasukan secara penuh pada 1 Mei.

Pekan lalu, Taliban juga telah melanjutkan negosiasi mengenai pembicaraan damai dengan Kabul bersama utusan AS, Zalmay Khalilzad.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya