Berita

Korea Selatan dan Amerika Serikat akan menggelar latihan militer gabungan/Net

Dunia

Dengan Banyak Pertimbangan, Korsel Dan AS Lanjutkan Latihan Militer Gabungan

MINGGU, 07 MARET 2021 | 11:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) akan menggelar latihan militer gabungan, meski dalam jumlah yang lebih kecil dari biasanya karena pandemi Covid-19.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) dalam sebuah pernyataan pada Minggu (7/3) mengatakan, kedua pasukan akan memulai latihan pos komando simulasi komputer pada Senin (8/3) selama sembilan hari.

"Korea Selatan dan Amerika Serikat memutuskan untuk melanjutkan latihan setelah secara komprehensif mempertimbangkan situasi Covid-19, pemeliharaan postur kesiapan tempur, denuklirisasi Semenanjung Korea dan pembentukan perdamaian," jelas JCS, seperti dikutip Reuters.


JCS menjelaskan, latihan militer tersebut bersifat defensif dan tidak termasuk manuver di luar ruangan seperti yang dilakukan pada umumnya.

Selain itu, jumlah pasukan dan peralatan juga akan diminimalkan karena pandemi Covid-19.

Latihan tersebut juga memberikan kesempatan untuk menilai kesiapan Korea Selatan untuk mengambil alih kendali operasional masa perang (OPCON).

Setiap tahunnya, latihan gabungan Korea Selatan dan AS diawasi secara ketat oleh Korea Utara yang menganggapnya sebagai "latihan perang". Pyongyang juga terkadang menanggapi latihan militer semacam itu dengan unjuk kekuatan militernya sendiri.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya