Berita

Perempuan memakai niqab/Net

Dunia

Amnesty International: Usulan Larangan Penggunaan Niqab Dan Burqa Di Swiss Langgar Hak Perempuan

MINGGU, 07 MARET 2021 | 10:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amnesty International mengkritik usulan larangan penggunaan cadar oleh pemerintah Swiss karena dianggap diskiminatif dan melanggar hak perempuan.

Kepala hak-hak perempuan di Amnesty International Swiss, Cyrielle Huguenot mengatakan, usulan larangan cadar merupakan kebijakan yang berbahaya, melarang hak perempuan, termasuk kebebasan berekspresi dan beragama.

“Larangan ini akan berdampak negatif pada wanita Muslim yang memilih untuk mengenakan niqab atau burqa. Jika kita benar-benar ingin menghormati hak-hak perempuan, kita harus membiarkan perempuan memutuskan apa yang ingin mereka kenakan," jelas Huguenot, seperti dikutip Arab News.


Pemerintah Swiss sendiri akan membahas usulan larangan tersebut pada Minggu (7/3). Proposal yang diajukan bertujuan untuk melarang penutup wajah, baik niqab maupun burqa yang dikenakan perempuan Muslim. Termasuk juga larangan penggunaan topeng ski dan bandana oleh pengunjuk rasa.

Lebih lanjut, Huguenot juga menyoroti adanya sanksi dalam aturan tersebut, di mana hal tersebut bertentangan dengan kebebasan yang ditegakkan oleh Swiss selama ini.

“Jika maksudnya adalah untuk melindungi hak-hak perempuan, itu gagal total. Larangan jenis ini akan diskriminatif. Ini juga berisiko menstigmatisasi perempuan yang termasuk dalam kelompok yang sudah terpinggirkan, memperkuat stereotip tentang orang-orang dan meningkatkan intoleransi," tutur Huguenot.

Larangan penggunaan cadar di Swiss sendiri mendapatkan dukungan dari kelompok gerakan sayap kanan. Mereka mengatakan, larangan diperlukan untuk memerangi penindasan terhadap perempuan dan untuk menegakkan prinsip dasar bahwa wajah harus ditampilkan dalam masyarakat bebas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya