Berita

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden/Net

Dunia

Setelah Hampir 12 Jam Rapat, Senat AS Sahkan RUU Bantuan Covid-19 Senilai 1,9 Triliun Dolar

MINGGU, 07 MARET 2021 | 09:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Senat Amerika Serikat (AS) akhirnya mengesahkan RUU bantuan Covid-19 senilai 1,9 triliun dolar AS yang diajukan Presiden Joe Biden. Itu merupakan satu paket stimulus terbesar sepanjang sejarah AS.

Setelah sesi sepanjang malam, Senat memberikan suara 50-49, dengan tanpa suara Republik yang mendukung pada Sabtu (6/3), seperti dikutip AFP.

Sesi pertemuan itu juga menjadi pemungutan suara pertama untuk AS era modern, yaitu hingga 11 jam dan 50 menit. Proses berakhir ketika ada kompromi mengenai tunjangan pengangguran yang dapat memuaskan Senator Joe Manchin yang kerap sering "berjalan di atas tali yang rumit" bagi seorang Demokrat.


Senat Demokrat menggunakan proses yang disebut rekonsiliasi untuk meloloskan keputusan dengan mayoritas sederhana daripada dua pertiga dari 100 suara yang biasanya diperlukan di bawah aturan.

Namun pertarungan belum berakhir karena RUU harus kembali ke DPR, yang menyetujui versi yang sedikit berbeda seminggu sebelumnya, seperti dimuat Associated Press.

RUU paket bantuan itu termasuk 400 miliar dolar AS, dengan satu kali bantuan sebesar 1.400 dolar AS kepada mayoritas orang Amerika. Sebesar 300 dolar AS per pekan untuk tunjangan pengangguran, di mana aa 9,5 juta orang yang kehilangan pekerjaan selama Covid-19.

Selain itu, ada pula bantuan sebesar 350 miliar dolar AS untuk pemerintah negara bagian dan lokal.

RUU bantuan Covid-19 merupakan prioritas bagi Biden sejak awal memegang jabatan pada 20 Januari 2021.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya