Berita

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo/Net

Politik

Sadar Telah Dibesarkan SBY, Alasan Gatot Nurmantyo Menolak Saat Diajak Congkel AHY

MINGGU, 07 MARET 2021 | 08:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tawaran untuk mengkudeta Partai Demokrat ternyata pernah menghampiri mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Pengakuan itu disampaikannya dalam Kanal Youtube Bang Arif.

Wawancara ini dilakukan sebelum Jumat (5/3) atau sebelum KLB Demokrat di Sibolangit, Sumut yang oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut ilegal, digelar.

Gatot Nurmantyo mengaku didatangi sejumlah orang yang menawarkan dirinya menjadi ketua umum Demokrat lewat skema KLB. Mendapat tawaran itu, Gatot tidak menampik bahwa Partai Demokrat memang menarik. Sebab, partai besutan AHY itu punya elektabilitas hingga 8 persen.


“Saya bilang, siapa sih yang tidak mau. Partai (Demokrat) dengan perolehan suara 8 persen, partai besar. Ada juga yang datang sama saya,” ujarnya tanpa mengurai siapa yang mengajak.

Namun demikian, Gatot menolak. Sebab dia sadar bahwa selama berkarir di dunia militer, dirinya dibesarkan oleh dua presiden. Yakni Presiden Joko Widodo dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

“Saya ini bisa naik bintang satu, bintang dua, tarolah itu biasalah. Tapi begitu saya naik bintang tiga, itu presiden pasti tahu, kemudian jabatan Pangkostrad, pasti presiden tahu. Apalagi presidennya tentara, waktu itu, tidak sembarangan,” tegasnya.

Gatot mengurai bahwa saat dirinya menjadi Pangkostrad, SBY memanggilnya ke Istana. Pemanggilan itu dilakukan karena SBY akan mengangkat Gatot sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

“Saya katakan terima kasih dan saya akan pertanggungjawabkan. (Kata SBY) Laksanakan tugasmu dengan profesional. Cintai prajurit dan keluarga seganap hati dan pikiran,” urainya.

Atas dasar kesadaran itu, Gatot Nurmantyo memastikan dirinya tidak akan membalas kebaikan dengan air tuba.

“Apakah iya, saya dibesarkan oleh dua presiden, yakni (Presiden) SBY dan (Presiden) Jokowi, terus saya membalasnya dengan mencongkel anaknya?” demikian Gatot Nurmantyo.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya