Berita

Ilustrasi Politik Demokrasi/Net

Politik

Epidemiolog Ini Ikut Miris Dengan Politik Indonesia Sekarang Ini

SABTU, 06 MARET 2021 | 13:31 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dinamika politik tidak hanya bisa dirasakan oleh segelintir orang yang bergelut di dalamnya. Tapi juga oleh seluruh masyarakat disegal bidang keilmuan dan profesi.

Mungkin tak disangka, seorang Epidemiolog senior dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban, turut merasakan getir pahit dinamika politik Indonesia.

Kemarin, sosok yang kerap disapa Prof. Beri ini menyampaikan pandangannya terhadap dunia politik sekarang ini melalui akun Twitternya, @ProfesorZubairi.


Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ini menegaskan bahwa dirinya berbicara terkait politik ini sebagai 'orang awam'.

Dia juga tidak menyinggung suatu kejadian apapun di dalam kicaunya, hanya berupa ha-hal yang bersifat universal, atas apa yang dia lihat di dalam realitas politik di dalam negeri.

"Lagi. Politik konyol telah membuat perpecahan. Saling menjelekkan di depan publik tanpa malu," kicau Zubairi Djoerban dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (6/3).

"Saya kira, politik adalah tentang kemaslahatan, tentang kesejahteraan, tentang rakyat, tentang fairness. Saya kira begitu. Ternyata ya ternyata," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya