Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pilpres 2024 Diramalkan Ada 3 Calon, Begini Kalkulasi Politiknya

SELASA, 02 MARET 2021 | 03:09 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang diramalkan bakal diikuti oleh 3 pasangan calon.

Demikian disampaikan peneliti Indopolling Network wempy Hadir merespons pertemuan politik Ketua Umum Partai Golkar dengan Surya Paloh Senin (1/3).

Menurut Wempy, pertemuan ketua umum Golkar Airlangga Hartarto dengan ketua umum Nasdem Surya Paloh bisa menjadi pembicaraan awal menuju koalisi Pilpres 2024.


Kata Wempy, dalam pembicaraan kedua tokoh tersebut membahas terkait konvensi capres 2024 yang akan dilakukan oleh kedua partai.

"Jika konvensi berhasil dilakukan, maka posisi calon wakil presiden akan diberikan kepada Partai Golkar. Sebagai ketua umum, Airlangga Hartanto mempunyai privilege untuk menjadi cawapres. Tinggal menunggu hasil konvensi capres nanti jatuh ke siapa," demikian analisa Wempy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (2/3).

Lebih dari itu, dalam pengamatan Wempy, Golkar dan Nasdem memiliki kekuatan politik parlemen di angka 25,4 persen. Apabila di tambah PKS sebagai bagian koalisi maka bisa menembus 34,1 persen.

"Jika PKS juga akan ikut bergabung, maka secara elektoral poros ini mempunyai 34, 1 persen kursi DPR RI. Itu artinya mereka sudah layak secara undang-undang untuk mengusung paket capres dan cawapres," demikian kata Wempy.

Analisa Wempy, poros yang kedua adalah Poros PDIP-Gerindra. Poros PDIP-Gerindra merupakan poros yang mempunyai kekuatan yang signifikan.

Posisi pemenang pemilu menjadi sumber sumber daya kekuasaan yang sangat berpengaruh untuk memenangkan Pilpres 2024.

"Bisa saja partai PKB akan bergabung dengan poros ini. Dengan demikian, secara elektoral perolehan kursi DPR RI untuk poros ini adalab 45,92 persen," demikian kata Wempy.

Sementara poros ketiga adalah poros Demokrat yang mungkin saja akan menggandeng PAN dan PPP. Secara kalkulasi politik, Wempy menyebutkan poros politik itu akan dapat mengusung capres dengan cawapres.

"Sebab secara elektoral mereka mempunyai perolehan kursi DPR RI sekitar 20,34 persen," tandasnya.

Meski demikian karena jauhnya jarak Pipres, bisa saja pertemuan politik antara Golkar dan Nasdem hanyalah manuver politik untuk menaikkan daya tawar dalam koalisi pemerintahan Jokowi.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya