Berita

Masyarakat Adat Dayak Mondang Long Wai/Net

Nusantara

Koalisi Adat Dayak Modang Long Wai Desak Tiga Tokoh Yang Ditangkap Segera Dibebaskan

MINGGU, 28 FEBRUARI 2021 | 21:30 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Adat Dayak Modang Long Wai mendesak aparat kepolisian segera membebaskan tiga tokoh adat yang ditangkap pasukan gabungan dari Brimob di Desa Long Bentuq, Kecamatan Kutai Timur, Kalimantan Timur, Sabtu (27/2).

Adapun tiga tokoh adat Dayak Modang Long Wai yang dimaksud adalah Kepala Adat Daud Lewing, Sekertaris Adat, Benediktus Beng Lui dan tokoh bernama Elisason. Ketiganya ditangkap pada pukul 18.28 WITA usai melakukan pendataan aset-aset yang ada di Wilayah Adat Dayak Modang Long Wai Desa Long Bentuq.

"Kami mendesak Kapolres Kutai Timur segera membebaskan tiga tokoh masyrakat tersebut," demikian pernyataan Koalisi Masyarakat Adat Dayak Mondang Long Wai, Minggu (28/2).


Mereka juga mengecam adanya dugaan tindakan represif dari aparat kepada para tokoh adat di wilayahnya. Mereka menduga, penangkapan tiga tokoh adat berkaitan dengan penolakan adat Dayak Modang Long Wai terhadap PT Subur Abadi Wana Agung yang membabat hutan wilayah adat milik masyarakat.

Atas dasar itu, mereka meminta kasus tersebut turut menjadi perhatian pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

"Kami mendesak agar pemerintah melakukan evaluasi dan pencabutan izin PT Subur Abadi Wana Agung yang beroperasi di wilayah adat Dayak Modang Long Wai Desa Long Bentuq," demikian pernyataan Koalisi Adat seperti diterima redaksi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya