Berita

Bendera PDIP/Net

Politik

Survei Membuktikan PDIP Tetap Kokoh

RABU, 24 FEBRUARI 2021 | 23:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Elektabilitas PDI Perjuangan tampak kokoh di tangga teratas hasil survei mengenai tingkat keterpilihan partai yang dirilis sejumlah lembaga. Bahkan rata-rata survei menempatkan rentang posisi pertama dan kedua dengan jarak cukup jauh.

Selain membuktikan PDIP masih kokoh, pengamat politik Ninoy Karundeng juga menilai bahwa hal ini menjadi tanda bahwa pemberitaan media massa yang cukup spesifik menyudutkan PDIP gagal.

Ninoy menyebut pemberitaan yang dua kali menampilkan cover story soal korupsi bansos dengan menyebut petinggi PDIP, merupakan upaya pembusukan PDIP karena menyeret para pentolan seperti Herman Hery. Selain itu, ada juga istilah ‘Madam' dalam kasus bansos yang merupakan upaya sistematis untuk menghancurkan kredibilitas partai banteng.


"Bukan hanya Herman Hery, majalah itu pun secara jelas menyeret seolah ada keterlibatan petinggi PDIP yang disebut sebagai ‘Madam; yang jelas mengarah ke sosok tokoh sentral perempuan di PDIP yang publik tahu," ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/2).

Menurutnya, ada upaya untuk menggiring opini bahwa PDIP tidak layak untuk didukung. Namun semua hasil survei sejumlah lembaga menunjukkan upaya itu gagal.

"Upaya media tersebut melakukan pembusukan terhadap PDIP gagal total. Tiga hasil survei terakhir dari lembaga kredibel dan satu dari Litbang media massa tentang elektabilitas partai politik menunjukkan PDIP tetap sebagai parpol teratas," ungkapnya.

Hasil survei Parameter Politik Indonesia menempatkan elektabilitas PDIP sebesar 25,1 persen.

Sementara Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan elektabilitas PDIP sebagai partai teratas dengan 20,1 persen. Bahkan jika dilakukan semi terbuka, PDIP masih diposisi pertama 24,5 persen.

Hasil survei Lembaga Survei Indometer menunjukkan elektabilitas PDIP masih teratas yakni 22,3 persen.

Sedangkan temuan dari survei Litbang Kompas merekam elektabilitas PDIP tetap nomor satu, yakni 19,7 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya