Berita

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasarudin Umar saat hadiri peluncuran buku berjudul "PMII di Era Disrupsi"/RMOL

Politik

Hadiri Peluncuran Buku 'PMII Di Era Disrupsi', Nasaruddin Umar: Syarif Hidayatullah Cerdas Menangkap Tanda Zaman

SELASA, 23 FEBRUARI 2021 | 19:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Salah satu calon Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2021-2023, Muhammad Syarif Hidayatullah meluncurkan berjudul "PMII di Era Disrupsi".

Peluncuran buku itu dilakukan di Aula Masjid Istiqlal, Selasa pagi (23/02). Acara peluncuran juga dihadiri Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar.

Prof Nasar didaulat sebagai pembicara memberikan testimoni atas penerbitan buku yang ditulis kader PMII asal Makassar, Sulawesi Selatan itu.


Nasaruddin mengatakan, dari isi buku itu Syarif ia nilai cermat menangkap tanda zaman. Kata Alumni PMII ini, Syarif berani mengambil pikiran di luar mainstream.

Ia meyakini Syarif akan mampu mewarnai masa depan.

"Adinda Muhammad Syarif Hidayatullah ini sudah mulai cerdas menangkap tanda-tanda zaman. Hanya orang yang berani berpikir lain yang bisa eksis di masa depan. Eksis dalam artian mengemuka," demikian kata Nasaruddin Umar, Selasa (23/2).

Mantan Wamenag era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mendukung gerakan-gerakan yang dilakukan PMII khususnya yang tertuang dalam buku ini.

"Siapapun nanti yang akan memimpin PMII ke depan, saya akan menyarankan jadilah pelanjut generasi PMII yang tulen," pungkasnya.

"Kalian anak-anak saya. Syarif anak saya. Anak intelektual. Anak spiritual. Mari kita membuat sejarah," demikian pesan Nasarudin Umar.

Sementara itu, Muhammad Syarif Hidayatullah menyatakan buku yang ditulisnya merupakan kumpulan tulisan penulis selama berproses di organisasi PMII.

Beberapa tulisan itu, dijelaskan Syarif berisi tentang wacana kebangsaan, politik maupun kemahasiswaan.

"Buku ini membahas berbagai wacana baik tentang kebangsaan, perpolitikan, maupun soal kemahasiswaan kampus dan gerakan jalanan yang kesemuanya bermuara pada gagasan dan peran aktivis mahasiswa khususnya aktivis PMII dalam menjawab tantangan zaman," ulas Syarif.

Syarif mengatakan, penerbitan bukunya diharapkan menjadi sumbangan pemikiran bagi para aktivis khususnya PMII.

"Ini menjadi upaya saya agar kelak tidak hilang dari sejarah, seperti kata Pramoedya Ananta Toer, bahwa orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis ia akan hilang didalam masyarakat dan sejarah," sambung aktivis yang juga Ketua Bidang OKP PB PMII.

Selain meluncurkan buku, kegiatan juga dirangkai dengan santunan bagi anak yatim piatu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya