Berita

Pengamat hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad/Net

Hukum

Jadi Ujian Polri Presisi, Suparji Ahmad: Penangkapan Oknum Polisi Harus Temukan Sumber Narkobanya

SABTU, 20 FEBRUARI 2021 | 16:34 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sorotan publik terkait penangkapan oknum Kapolsek Astanaanya Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi dan belasan anggota anak buahnya mendapat perhatian banyak kalangan.

Pengamat hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad mengapresiasi tindakan Divisi Propam Polri karena berhasil menangkap oknum aparat penyalahguna narkoba.

Kata Suparji, tindakan Polri itu merupakan ujian bagi visi Polri Presisi yang digawangi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


"Apresiasi propam yang telah berhasil menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba secara berjamaah. Menjadi ujian pelaksanaan konsep presisi yang baru dicanangkan oleh Kapolri baru," demikian kata Suparji Ahmad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (20/2).

Suparji menjelaskan dengan asas praduga tak bersalah, Polri harus mengungkap kasus tersebut dengan terang benderang.

Ditambahkan Suparji, pengungkapan itu untuk menemukan sumber barang haram tersebut hingga dinikmati oleh ke dua belas aparata penegak hukum itu.

"Ungkap kasus tersebut secara terang benderang, sampai tuntas, temukan sumber asal barang haram tersebut, pelaku baru pertama kali atau sudah berulang," demikian Suparji.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya