Berita

Presiden Jokowi dikabarkan sudah mengantongi nama kabinet yang akan dicopot/Net

Politik

Sudah Di Meja Jokowi, Jaksa Agung ST Burhanuddin Dikabarkan Salah Satu Yang Bakal Dicopot

SABTU, 20 FEBRUARI 2021 | 09:42 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Anggota kabinet Indonesia Maju yang akan dicopot kabarnya sudah ada di atas meja Presiden Jokowi. Artinya dalam waktu dekat orang nomor satu di Indonesia ini akan mengeksekusi perombakan kabinet.

Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer mengatakan bahwa soal perombakan kabinet akan tetap ada. Bahkan katanya Presiden hanya menunggu waktu yang tepat.

Dijelaskan aktivis yang karib disapa Noel ini, bisa jadi perombakan kabinet dilakukan sesaat setelah pergantian Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.


"Subtansinya reshuffle kabinet itu pasti dan itu sudah ada di atas meja Presiden, hanya tunggu waktu yang tepat aja," demikian kata Noel kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (20/2).

Saat redaksi menanyakan siapa saja yang akan dicopot, dia hanya memberi informasi soal tina nama pembantu Presiden yang bakal diganti.

Noel menyebutkan gamblang bahwa Jaksa Agung ST Burhanuddin adalah salah satu nama yang dipastikan dicopot.

Aktivis '98 itu menjelaskan alasan mengapa Jaksa Agung dicopot adalah diindikasikan terkait dengan mafia pupuk, mafia hukum dan mafia tanah.

"Dari yang tiga itu adalah Jaksa Agung, itu saja dulu. Kodenya yang berkaitan dengan mafia pupuk, mafia hukum, dan mafia tanah," demikian penjelasan Noel.

Noel kemudian menyampaikan wajah penegakan hukum di Kejaksaan Agung dengan mengirimkan sebuah gambar foto Jaksa Agung, terpidana kasus Jaksa Pinangki yang terlibat dalam kasus Djoko Tjandra.

ST Burhanuddin sendiri pernah menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal Djoko Tjandra. Termasuk membantah bahwa dirinya pernah memerintahkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari untuk menemui pelaku korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Di hadapan wakil rakyat Komisi III September 2020 lalu, Burhanuddin mengaku dirinya hanya mengenal Andi Irfan Jaya saat bertugas di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Saat itu, Andi Irfan Jaya adalah aktivis LSM. Setelah melakukan pertemuan dengan Andi Irfan Jaya dan aktivis LSM itu Burhanudin menegaskan dirinya tak pernah bertemu.

Kejaksaan Agung saat ini sedang gencar melakukan penanganan dugaan mega korupsi di beberapa BUMN. Beberapa diantaranya, di BPJS Ketenagakerjaan dengan indikasi kerugian Rp Triliun, PT Asabri senilai 23,7 triliun dan PT Jiwasraya diduga merugikan 16,8 Triliun.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya