Berita

NATO tambah pasukan di Irak dari 500 menjadi 4.000/Net

Dunia

Basmi ISIS, NATO Tambah Pasukan Di Irak Hingga Delapan Kali Lipat

JUMAT, 19 FEBRUARI 2021 | 09:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengumumkan penambahan pasukannya di Irak hingga delapan kali lipat, dari 500 menjadi 4.000, sebagai upaya membasmi ISIS yang mulai bangkit.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengumumkan penambahan pasukan tersebut saat melakukan konferensi pers pada Kamis (18/2). Ia menyebut pengerahan pasukan tambahan diperlukan untuk memerangi terorisme dan memastikan agar ISIS tidak kembali.

"Kegiatan pelatihan sekarang akan mencakup lebih banyak lembaga keamanan Irak, dan daerah di luar Baghdad," ujar Stoltenberg, seperti dikutip Sputnik.


Menurut Stoltenberg, peningkatan jumlah pasukan NATO di Irak dilakukan berdasarkan kondisi dan permintaan pemerintah setempat. Ia juga telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi pada pekan ini untuk memastikan konsultasi penuh dengan otoritas.

"Misi kami adalah atas permintaan pemerintah Irak. Itu dilakukan dengan penuh penghormatan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Irak," jelasnya.

Pengumuman penambahan pasukan NATO dilakukan setelah pada Januari 2020, parlemen Irak sendiri telah menuntut Amerika Serikat (AS) agar menarik militernya.

Bulan lalu, militan ISIS dilaporkan telah meledakkan pasar Baghdad yang menewaskan 32 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Tetapi Washington Post baru-baru ini mewartakan bahwa pasukan Irak telah menangkap 350 tersangka pejuang ISIS dalam enam bulan terakhir.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya