Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan/Net
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan/Net
RMOL. Turki menjadi penyeimbang kehadiran Rusia dan China di kawasan Asia Tengah. Sehingga Ankara dapat dijadikan pilihan lain selain Beijing dan Moskow.
Begitu yang dikatakan oleh Direktur Pusat Penelitian Kebijakan Publik yang berbasis di Almaty, Meruert Makhmutova, seperti dikutip Yeni Safak pada Kamis (18/2).
Makhmutova mengatakan, negara-negara di Asia Tengah lebih tertarik untuk mengembangkan dan memperkuat kerja sama dengan Turki, alih-alih Rusia dan China, karena memiliki kesamaan bahasa, budaya, dan warisan.
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Selasa, 07 April 2026 | 11:56
Senin, 06 April 2026 | 05:31
UPDATE
Rabu, 08 April 2026 | 19:50
Rabu, 08 April 2026 | 19:41
Rabu, 08 April 2026 | 19:19
Rabu, 08 April 2026 | 19:18
Rabu, 08 April 2026 | 19:05
Rabu, 08 April 2026 | 19:02
Rabu, 08 April 2026 | 19:00
Rabu, 08 April 2026 | 18:51
Rabu, 08 April 2026 | 18:44
Rabu, 08 April 2026 | 18:42