Berita

Ilustrasi

Politik

Untuk Wujudkan Pemerataan Ekonomi, PT Antam Perlu Perbanyak Libatkan Putra Daerah

RABU, 17 FEBRUARI 2021 | 16:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Antam sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seharusnya memiliki kesadaran untuk menyertakan peran tenaga kerja lokal dalam setiap tahapan pengembangan produksi dan bisnis.

Hal itu dikatakan Direktur Riset dan Program Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA), Surya Vandiantara merespon kebutuhan perusahaan 'plat merah' itu karena minimnya keterlibatan putra daerah.

"Tujuan dari penyerapan tenaga kerja lokal dalam berbagai tahapan produksi tersebut guna mendorong terciptanya pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah," tutur Surya kepada wartawan, Rabu (17/2).


Surya menilai, keterlibatan putra daerah yakni anak muda dibutuhkan dalam pengembangan bisnis perusahaan ini. Mengingat mereka yang memahami kultur produksi di daerahnya masing-masing.

Sehingga, lanjutnya, diperlukan putra daerah yang menduduki posisi penting di perusahaan itu, misalnya pada jabatan komisaris independen.

"Harapannya pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, tapi juga mampu didorong ke berbagai pelosok daerah di wilayah yang menjadi area produksi pertambangan Antam," ujarnya.

Di sisi lain, analis ekonomi politik UIN Jakarta ini melihat, semangat pemerataan pertumbuhan ekonomi ini juga seharusnya mampu mendorong tenaga kerja lokal menempati posisi strategis di Antam.

Tidak hanya sekedar menjadi buruh biasa, melainkan bisa benar-benar hadir sebagai penyokong kemajuan perusahaan.

"Artinya peran putra putri daerah diperlukan perusahaan sekelas Antam, dan ini bisa memberikan penilaian positif bahwa perusahaan bukan sekedar hadir untuk mengeruk kekayaan alam lokal dan seterusnya menyisakan permasalahan dampak lingkungan bagi masyarakat setempat," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya