Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Net

Politik

Segudang Prestasi, Wajar Elektabilitas Anies Jadi Tertinggi

SELASA, 16 FEBRUARI 2021 | 14:09 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Survei Median menemukan tiga nama tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Anies Baswedan menjadi yang tertinggi dengan perolehan 42,5 persen.

Di urutan kedua ada politisi PDIP Tri Rismaharini dengan perolehan 23,5 persen dan Sandiaga Uno mendapatkan 5,5 persen.

Pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran mengaku tidak kaget dengan hasil survei tersebut.


Analisa Doktor Politik Universitas Padjajaran ini, wajar mantan Mendikbud itu mendapatkan raring tertinggi karena segudang prestasinya yang ia dapatkan baik di level nasional maupun internasional.

"Adalah sesuatu yang wajar adanya ketika Anis berada di-rating tertinggi karena kinerja Anis selama ini, banyak prestasi yang telah diukir Anies yang melahirkan berbagai penghargaan di tingkat Nasional dan internasional," demikian kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (16/2).

Menurut Andi, hasil survei itu merupakan indikator bahwa masyarakat Ibukota adalah tipe rasional.

Andi melihat, pilihan responden yang menyalurkan pada Risma karena citra positif selama memimpin Kota Surabaya selama dua periode.

"Penilaian baik warga Jakarta untuk Risma terkait dengan citra positif Risma yang mulai terbangun semenjak yang bersangkutan menjadi Walikota Surabaya," demikian kata Andi.

Survei terkait Pilkada DKI Jakarta ini dilaksanakan Median mulai 31 Januari hingga 3 Februari 2021. Motede yang dipakai ialah interview secara langsung 400 warga DKI Jakarta.

Margin of error survei ini sbesar kurang lebih 4,9 persen, dan tingkat kepercayaannya 95 persen. Responden dipilih secara acak dan proporsional sesuai populasi dan gender.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya