Berita

Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid/Net

Bisnis

Sambut Baik Holdingisasi BUMN Ultra Mikro, Nusron Wahid: Usaha Nasabah Bisa Berkembang Cepat

MINGGU, 14 FEBRUARI 2021 | 21:48 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar Nusron Wahid menyambut baik rencana penggabungan atau merger BUMN (holdingisasi) yang bergerak di bidang ultra mikro.

Merger yang dimaksud adalah PT Permodalan Nasional Madani (PMN) dan PT Pegadaian di bawah konsolidasi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Merger akan membawa manfaat yang besar bagi ketiga BUMN tersebut," kata Nusron Wahid kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (14/2).


Analisa Nusron, dengan bergabung di bawah naungan BRI, PT PNM dapat memanfaatkan sumber dana dari BRI untuk akselarasi pembiayaan ultra mikro melalui paket program Mekaar dan Ulamm (Unit Layanan Modal Mikro). 

Dengan penggabungan itu, Nusron meyakini PT PNM bisa segera memenuhi targetnya di angka 40 juta nasabah.

Selain itu, kata Nusron, BRI juga akan mendapatkan keuntungan calon nasabah potensial, dari Mekaar yang sudah naik kelas langsung bisa menjadi nasabah mikro BRI, baik nasabah yang melalui KUR (kredit usaha rakyat) maupun non KUR.

"Sehingga nasabah bisa cepat berkembang usahanya," tegasnya.

Catatan Mantan Ketum GP Ansor ini, Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejatera) adalah layanan pemberdayaan berbasis kelompok bagi perempuan pelaku usaha mikro.

Sepengetahuan politisi Golkar ini, sejak diluncurkan pada November 2015, kini Mekaar telah memiliki 405 kantor cabang dan telah melayani 509,687 nasabah.

Nusron mengatakan, optimisme perkembangan Mekaar juga dapat dirasakan PT Pegadaian.

Menurut Nusron, usaha gadai mikro akan cepat tumbuh karena selain mendapat dukungan dari BRI juga dapat memanfaatkan jaringan kantor dan marketing serta teknologi informasi yang dimiliki oleh BRI.

"Jadi ini mutual benefit. Yang diuntungkan BUMN yang bersangkutan dan nasabah. Ini membuat usaha mikro menjadi atraktif," pungkas tokoh muda NU ini.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya