Berita

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat/Net

Presisi

Polisi Jelaskan Tudingan Dino Patti Djalal Soal Lepaskan Mafia Tanah

JUMAT, 12 FEBRUARI 2021 | 13:40 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menjelaskan tudingan Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menyebut polisi telah melepas Fredy Gusnadi--yang disebutnya sebagai dalang mafia tanah--yang memalsukan sertifikat rumah keluarganya.

Tubagus menjelaskan, pihaknya bukan melepaskan Fredy Gusnadi melainkan ditangguhkan penahanannya. Hanya, Tubagus tidak menjelaskan secara rinci nama-nama tersangka yang sudah ditangkap dan ditahan itu.

"Nama-namanya saya lupa. Jadi bukan dilepaskan, tetapi ditangguhkan penahanannya," kata Tubagus saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/2).


Adapun penangguhan penahanan ini, sebut Tubagus, lantaran masa penahanan sudah mendekati habis. Di satu sisi, berkas perkaranya masih bolak-balik ke kejaksaan.

"Dalam proses penyidikan, berkasnya masih bolak-balik, sehingga masa penahanannya kita tangguhkan," kata Tubagus.

Saat ini, Tubagus mengatakan, berkas perkaranya telah dikembalikan lagi kepada Jaksa atau p-19, saat ini penyidik masih menunggu penelitian jaksa.

"Berkasnya sudah dikirim lagi tinggal nunggu dari kejaksaan. Itu LP yang kedua. Tersangkanya kita tangkap," kata Tubagus.

Di kasus yang kedua ini, kata Tubagus, sertifikat sebidang rumah milik keluarga Dino Patti Djalal belum berpindah tangan. Namun sudah terjadi pidana pemalsuan KTP.

"Proses pemindahan itu tidak terjadi sehingga kita cegah. Perbuatannya sudah dimulai, tetapi perpindahan suratnya belum terjadi, baru pemalsuan KTP-nya," tuturnya.

Lebih lanjut Tubagus mengatakan pihaknya menangani 3 laporan polisi (LP) terkait mafia tanah yang dilaporkan keluarga Dino Patti Djalal ini. Untuk laporan pertama dan kedua, kata Tubagus, pihaknya sudah menangkap dan menahan para tersangka.

Sedangkan di kasus yang ketiga ini, polisi masih melakukan penyelidikan. Kasus yang ketiga ini baru dilaporkan beberapa waktu lalu.

"Yang ketiga ini baru, baru dibikin seminggu yang lalu. Ternyata, ada lagi rumah ibunya (Dino Patti Djalal) yang diduga terjadi pemindahan juga, yang terjadi ini baru terjadi sekitar 10 hari atau seminggu yang lalu," tuturnya.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyebut nama Fredy Gusnadi sebagai salah satu dalang mafia tanah yang memalsukan sertifikat rumah keluarganya. Lewat akun pribadi Twitter-nya, Dino Patti Djalal menyebut Fredy Gusnadi tidak ditahan setelah sebelumnya ditangkap polisi.

"Update MafiaTanah: Ternyata polisi pernah tangkap dalang sindikat tanah a.n. Fredy Kusnadi tgl 11 Novembr 2020 jam 9 malam. Namun setelah dibawa ke Polda Metro, malam itu juga sang dalang dibebaskan tanpa proses hukum yg transparan+jelas. Setelah itu, dalang tersebut kabur dari rumahnya," cuit Dino lewat akun Twitternya.


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Prabowo Tetap Hadiri Peluncuran Buku Bahlil Meski Sedang Flu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:26

KPK Panggil Pengelola Wisma Atlet Buntut Kasus Korupsi Bea Cukai

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:23

Sudaryono Diyakini Mampu Benahi Tata Kelola Program MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:20

Jangan Cepat Puas, Pengangguran Turun tapi Kualitas Pekerjaan Masih jadi PR

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:14

KPK Panggil Petinggi PAN Rejang Lebong di Pengembangan Kasus Bengkulu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:04

Belum Ada Rencana Reshuffle, Istana Utamakan Isi Jabatan yang Kosong

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:54

BPK: Opini WTP Bukan Tujuan Akhir, Tata Kelola Harus Terus Diperkuat

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:42

Spoiler One Piece Chapter 1190: Duel Gaban vs Imu Memanas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:22

Istana Benarkan Destry Damayanti Masuk Bursa Gubernur BI

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:17

Daftar Harga Pertamax Terbaru di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya