Berita

Menag Yaqut Cholil Qoumas saat ucapkan tahun baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa/Repro

Politik

Tahun Baru Imlek 2572, Gus Yaqut: Semoga Masyarakat Tionghoa Bergelimang Berkah

JUMAT, 12 FEBRUARI 2021 | 00:35 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Masyarakat Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek 2572, Jumat (12/2).

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap masyarakat Tionghoa senantiasa mendapat banyak peruntungan dan keberkahan.

"Gong He Xin Xi, Wan Shi Ru Yi. Semoga bergelimang berkah dan segala upaya dapat terlaksana sebaik-baiknya," ujar Gus Yaqut , Kamis (11/2).


Politisi PKB itu mengatakan, Tahun Baru Imlek kali ini diliputi rasa keprihatinan yang mendalam karena adanya pandemi Covid-19.

Atas dasar hal itu, politisi yang saat ini karib disapa Gus Menteri itu mengajak masyarakat Tionghoa Indonesia untuk berdoa agar wabah global ini segera berakhir.

"Semoga pandemi segera terkendali dan perekonomian Indonesia juga pulih kembali," sambungnya.

Menurut Menag, hampir setahun Indonesia dilanda pandemi. Hal ini tentu memengaruhi tatanan kehidupan, termasuk bagi warga Tionghoa.

Imlek tahun ini, dijelaskan Yaqut tepat agar dijadikan momentum untuk terus peduli, berbagi, dan saling menjaga bersama sesama anak negeri.

Gus Menteri meminta agar Tahun Baru Imlek digelar secara tak berlebihan namun khidmat. Selain itu masyarakat juga terus menjaga diri dari ancaman Covid-19.

"Rayakan secara sederhana dengan keluarga. Tetap disiplin protokol kesehatan, dan patuhi 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan," pesannya.

Menag juga mengajak warga Tionghoa mendoakan agar bangsa Indonesia mampu menangani Covid-19 dengan segera dan mampu melewati situasi sulit ini.

"Mari saling menjaga untuk umat sehat dan rukun, Indonesia maju. Di empat penjuru lautan, semuanya saudara. Selamat Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili," ajak Gus Menteri.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya