Berita

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, TB Ace Hasan Syadzily/Net

Hukum

Kontroversi Aisha Weddings, Komisi VIII DPR Minta Polisi Lakukan Pengusutan

KAMIS, 11 FEBRUARI 2021 | 13:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kampanye nikah dini yang dibuat oleh Aisha Weddings menjadi perbincangan hangat warganet. Pasalnya, Aisha Weddings mengajak para perempuan muslim untuk menikah muda, yakni pada usia 12-21 tahun.

Tidak hanya itu, Aisha Weddings juga mengajak agar perempuan muslim menikah siri dan mau dipoligami.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, TB Ace Hasan Syadzily mengatakan, tindakan mempromosikan pernikahan di bawah umur itu melanggar hukum.


"Tindakan mempromosikan pernikahan di bawah umur itu jelas melanggar hukum. Bertentangan dengan UU Perlindungan Anak dan UU Perkawinan," tegas Ace Hasan saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Kamis (11/2).

Menurut Ace Hasan, aparat kepolisian harus segera turun tangan menelusuri Aisha Wedding yang telah mempromosikan pernikahan di bawah umur tersebut.

"Kami minta kepolisian untuk mengusut yang bersangkutan," tandasnya.

Aisha Weddings menjadi bahasan panas masyarakat usai menawarkan jasa nikah siri untuk anak perempuan mulai usia 12 tahun. Mereka juga mempromosikan untuk para perempuan mau poligami.

Dalam laman resminya yang telah menghilang sejak Rabu sore (10/2), Aisha Weddings terang-terangan mengajak anak usia 12 tahun untuk menikah.

"Semua wanita muslim ingin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih," tulis laman Aisha Wedding yang dikutip Redaksi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya