Berita

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas/Net

Nusantara

Triangle Diamond, Strategi Sukses Pemkab Banyuwangi Kembangkan Potensi Wisata

KAMIS, 11 FEBRUARI 2021 | 12:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kegiatan Forum Komunikasi yang digelar Kemenko Marves di Banyuwangi disambut antusias oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Dia juga mengaku punya ikatan khusus dengan Kemenko Marves karena selama ini telah memperhatikan dan membantu memajukan Banyuwangi di bawah koordinasinya.

"Kemenko Marves ini punya perhatian yang khusus dengan Banyuwangi, ini sangat berarti,” kata Azwar dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (11/2).


Menurut Azwar Anas, sejak awal Banyuwangi adalah daerah yang tidak terlalu menarik. Karena jauh dari pusat pertumbuhan kota, tidak punya bandara, hingga memiliki image tidak terlalu bagus di mata daerah lainnya di Indonesia.

Potret inilah yang dimiliki Banyuwangi beberapa tahun sebelumnya, dan kini secara perlahan berubah menjadi lebih baik.

"Di sinilah kami melihat, karena tidak ada opsi mengeluh, opsi adalah bagaimana menyelesaikan masalah maka kebun yang luas, hutan yang luas diapit tiga taman nasional menjadi peluang. Maka kami putuskan triangle diamond menjadi strategi pengembangan wisata. Jadi daerah untuk maju perlu punya rencana strategis untuk pengembangan wisata,” ucapnya.

Menurutnya, ketika mengembangkan pariwisata tidak semua orang setuju, karena pariwisata dianggap pencitraan, dianggap membuang-buang uang. Maka untuk mendorong ini semua pihaknya harus 'menyelam'.

“Sekarang banyak daerah kabupaten membuat pariwisata tetapi tidak terintegrasi, terlalu banyak belajar, tidak langsung menyelam akhirnya perlu waktu lama (berkembang)," tambahnya.

Dikatakan Bupati, Banyuwangi yang kini maju dan berkembang tidak dilakukan secara instan karena banyak hal yang dikerjakan untuk mengubah status daerahnya menjadi lebih baik.

Selain dengan potensi pariwisata yang besar, aspek budaya juga turut dikembangkan dengan yang dipadukan dengan Inovasi-inovasi.

Karena itu pihaknya banyak menggelar event dan festival yang kini berjumlah 100 event di daerah. Inilah yang menjadi cara Pemkab Banyuwangi untuk melakukan konsolidasi budaya dan konsolidasi alam.

“Bagi Banyuwangi, festival bukan hanya soal pariwisata, tetapi inilah cara kami membendung intervensi budaya dunia yang setiap detik dari handphone kita masing-masing. Makanya Banyuwangi melakukan banyak perbaikan,” demikian Azwar Anas.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya