Berita

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun/Net

Politik

JAM Masih Diadili, Politikus Demokrat: Belum Ada Keputusan

RABU, 10 FEBRUARI 2021 | 16:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Terhadap anggota DPR dari Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun (JAM) masih dilakukan pemeriksaan internal terkait dugaan upaya kudeta kepemimpinan Ketua Umum Partai DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Selain JAM, kabarnya ada nama lain kader aktif yang ikut diperiksa di internal partai berlambang mercy.

Kabar itu disampaikan Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat, Herman Khaeron kepada wartawan, Rabu (10/2).


"Kami tidak menyebutkan nama dulu, karena ini bisa berkembang. Dan tentu masih ada nama lain yang nanti akan menjadi keputusan Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai," kata Herman Khaeron.

Anggota DPR ini menerangkan, Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai Demokrat nantinya yang akan memutuskan apakah kader aktif yang diduga terlibat upaya kudeta akan dijatuhi sanksi.

"Dua institusi ini (Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai) akan memutuskan perkembangannya. Tentu nanti ada pengembangan baru terhadap siapa saja yang nanti akan masuk di dalam kategori pemberian sanksi," tegasnya.

Saat disinggung terkait nasib JAM, Herman Khaeron menyebut saat ini yang bersangkutan belum ada keputusan akan dijatuhi sanksi.  

"Belum ada keputusan sampai saat ini, belum keputusan. Dan sekali lagi, kita tunggu Dewan Kehormatan Partai dan Mahkamah Partai memutuskan itu," tuturnya.

"Dan seperti apa yang disampaikan, akan saya informasikan juga (jika) sudah ada keputusan pasti terkait hal tersebut," demikian Herman Khaeron menambahkan.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya menyebutkan, ada lima orang yang menggalang kudeta pimpinan Demokrat.

Yaitu, 1 kader aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu, dan 1 nonkader partai yang menjabat di pemerintahan.

Belakangan tersebar enam nama, Moeldoko, Johny Alen Marbun, Muhammad Nazaruddin, Marzuki Alie, dan Max Sopacua. Dari lima nama itu, beberapa orang sudah membantah dan menolak keras dituding melakukan kudate terhadap AHY.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya