Berita

Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk Ramai-ramai Mundur Tolak Revisi UU Pemilu bersama anggota Komisi II DPR RI Nasir Djamil dan Peneliti Perludem Fadli Ramdhanil/RMOL

Politik

Penolakan Revisi UU Pemilu Seakan DPR Lupa Terhadap Tragedi Kematian Ratusan Petugas KPPS

SELASA, 09 FEBRUARI 2021 | 14:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyayangkan sejumlah partai politik yang lebih mengedepankan kepentingan politik ketimbang mendengar aspirasi dari penyelenggara Pemilu terkait revisi UU 7/2017 tentang Pemilu.

Demikian disampaikan anggota Komisi II DPR RI fraksi PKS, Nasir Djamil terkait banyaknya parpol yang berubah sikap untuk tidak melanjutkan pembahasan revisi UU Pemilu.

"Kami menyayangkan, kita tidak memperhatikan aspirasi penyelenggara Pemilu. DPR harusnya mendengar penyelenggara Pemilu bagaimana mereka terkait revisi ini," kata Nasir Djamil dalam Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk 'Ramai-ramai Mundur Tolak Revisi UU Pemilu' yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL secara daring, Selasa (9/2).


Bercermin dari Pemilu 2019 lalu, pemilihan serentak telah memakan ratusan korban jiwa dari petugas KPPS karena beban kerja yang sangat berat. Hal inlah yang perlu diingat dan tidak bisa diabaikan wakil rakyat di DPR bahwa UU Pemilu yang berisi Pilkada 2022 dan 2023 diserentakkan perlu direvisi agar kejadian serupa tak terulang.

"Itu kan harus diperbaiki sehingga kejadian tragis di 2019 tidak terulang lagi di Pemilu yang akan datang," demikian Nasir Djamil.

Selain Nasir, narasumber lain dalam diskusi daring Obrolan Bareng Bang Ruslan tersebut yakni peneliti Perludem Fadli Ramdhanil serta puluhan peserta dari kalangan wartawan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya