Berita

Ilustrasi virus corona/Net

Kesehatan

Kemenkes Optimis Indonesia Bebas Covid-19 Tahun 2022

SELASA, 09 FEBRUARI 2021 | 11:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) optimis Indonesia bebas Covid-19 pada tahun 2022. Upaya pemerintah mengurangi penyebaran kasus positif Covid-19 masih sesuai rencana, termasuk program vaksinasi.

Jurubicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, lebih dari 900 ribu tenaga kesehatan sudah terdata untuk divaksin Covid-19. Dari jumlah itu, sekitar 750 ribu tenaga kesehatan sudah divaksin.

"Kita masih sampai Februari ya untuk vaksinasi ini. Tentunya masih cukup waktu untuk kita menyelesaikan dan masih on the track,” kata Siti Nadia Tarmidzi kepada wartawan, Senin (8/2/2021).


Pemerintah optimis vaksinasi kepada tenaga kesehatan akan berjalan sesuai rencana karena tidak ada yang menolak. Banyaknya tokoh masyarakat yang bersedia divaksin juga memudahkan pelaksanaan vaksin.

"Jadi kita cukup optimis karena hampir seluruh masyarakat mau membantu kita melaksanakan vaksinasi," tuturnya.

Maka itu, dia tidak sepakat dengan prediksi Bloomberg bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia baru akan berakhir 10 tahun lagi kalau melihat jumlah orang yang divaksin setiap hari.

“Kan kita tahu bahwa kita itu roadmapnya 15 bulan. Bahkan, kalau bisa kita optimalkan menjadi 12 bulan sesuai arahan bapak Presiden," katanya.

Dia melanjutkan, target tenaga kesehatan yang divaksin hingga akhir Februari 2021 sebanyak 1,5 juta. Target berikutnya sebanyak 17,4 juta tenaga kesehatan.

"Selain terkait target, juga kapan ketersediaan vaksinnya. Kami juga melakukan berbagai akselarasi untuk meningkatkan kemampuan melakukan vaksinasi masyarakat. Jadi tidak bisa dinilai secara linear saja," ungkapnya.

Selanjutkan, dia membeberkan upaya pemerintah mempercepat program vaksinasi. "Yang pertama, kami menambah vaksinator. Vaksinator saat ini 31 ribu, akhir Maret akan mencapai 81 ribu vaksinator tersebar," katanya.

Selain vaksinator, fasilitas layanan kesehatan tempat vaksinasi akan ditambah. Saat ini, kata dia, ada sekitar 11 ribuan fasilitas layanan kesehatan rumah sakit, klinik, puskesmas dan kantor kesehatan pelabuhan yang menjadi tempat pelayanan vaksinasi.

"Ini akan ditambah karena kita masih punya sekitar 10 ribu lagi fasilitas layanan kesehatan yang bisa dioptimalkan. Upaya kedua adalah melakukan vaksinasi secara terpusat atau massal. Selain adanya vaksin gotong-royong itu juga akan mempercepat perluasan dan target vaksinasi," jelasnya.

Sedangkan untuk mengatasi persoalan data penerima vaksin, Kemenkes mengombinasikan pendaftaran vaksin secara online dan manual. Kemenkes menunggu data secara berjenjang dari mulai tingkat puskesmas, dinas kesehatan kota/kabupaten serta provinsi hingga ke tingkat pusat.

"Untuk mempermudah pelayanan vaksinasi kita membuka aksesnya, sehingga orang bisa datang dengan membawa KTP, menyebutkan nomor induk, ditambah dengan STR (surat tanda registrasi) dia sudah bisa mendapatkan pelayanan vaksinasi," katanya.

Dia menjelaskan, vaksin Sinovac sudah tiba di Indonesia secara bertahap, 1,2 juta, kemudian 1,8 juta. Sebanyak 15 juta masih dalam bentuk setengah jadi yang saat ini menunggu izin dari BPOM.

"Kita juga baru datang 10 juta dosis ya yang akan diubah jadi vaksin di Bio Farma. Kita juga sudah punya jadwal kedatangan vaksin Sinovac lagi di akhir Februari," ujarnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya