Berita

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo/Net

Politik

Tak Banyak Belajar Tangani Banjir Semarang, Dedi Kurnia: Bisa Saja Prestasi Ganjar Hanya Berkutat Di Medsos

SENIN, 08 FEBRUARI 2021 | 03:19 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Lambannya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam menangani kepungan banjir di Semarang mendapat sorotan publik. Sebabnya, badai kritik tidak semassif saat Anies Baswedan menghadapi banjir setahun silam.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan bahwa Ganjar lamban tangani banjir yang terjadi beberapa hari ini karena minimnya kritik publik.

Analisa Dedi, Ganjar selalu merasa mendapat dukungan publik yang luas dari masyarakat Jawa Tengah. Imbasnya kinerjanya terkesan tidak mampu atasi banjir yang kerap terjadi di wilayah Semarang.


"Berbeda dengan Anies yang jarang jeda terima kritik, ini berimbas baik dengan bukti penanganan Banjir semakin membaik, sementara Semarang tetap dalam kondisi memprihatinkan, padahal Semarang bukan kali ini banjir," demikian kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (7/2).

Dedi berpandangan, Ganjar tidak banyak belajar dalam membangun provinsi Jawa Tegah.

Indikatonrya, Ganjar terbukti menghadapi masalah yang sama seperti saat politisi PDIP itu menjabat orang nomor satu di Jawa Tengah pada periode pertama.

"Tidak banyak belajar dalam membangun Jateng, terbukti masalah yang ia hadapi pada periode pertama masih tetap jadi persoalan di periode keduanya," tandasnya.

Dedi kemudian melihat, bisa saja cara penanganan Ganjar dalam menghadapai bencana banjir berimbas pada jebloknya popularitasnya sebagai calon presiden di 2024 mendatang.

Bahkan, kata Dedi keriuhan prestasi Ganjar sebagai pemimpin daerah hanya berkutat di media sosial saja.

"Bisa saja, keriuhan prestasi Ganjar hanya berkutat di media sosial, tidak mengakar ke pemilih langsung," pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya