Berita

Survei New Indonesia Research & Consulting/Repro

Politik

Survei: Prabowo-Anies Turun, Ganjar Berkibar

MINGGU, 07 FEBRUARI 2021 | 20:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo makin memantapkan diri di puncak elektabilitas calon presiden. Elektabilitas Ganjar makin jauh meninggalkan Prabowo Subianto, sementara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terus merosot.

“Elektabilitas Prabowo, Anies, dan Sandiaga Uno turun, dan sebaliknya Ganjar Pranowo makin berkibar,” kata Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting, Andreas Nuryono diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta, Minggu (7/2).

Pada survei bulan Juni 2020, Prabowo masih memimpin dengan elektabilitas 18,9 persen, disusul Ganjar 17,1 persen, Ridwan Kamil 11,0 persen, Anies Baswedan 9,8 persen, dan Sandiaga Uno 8,9 persen.


Pada survei bulan Oktober 2020, Ganjar mulai meningkat dengan elektabilitas 17,1 persen, menggeser Prabowo 16,5 persen, disusul Ridwan Kamil 12,3 persen, Anies Baswedan 8,7 persen, dan Sandiaga 7,4 persen.

Survei terakhir menunjukkan elektabilitas Ganjar mencapai 18,4 persen, sementara Prabowo turun menjadi 15,6 persen. Ridwan Kamil mengalami kenaikan menjadi 13,1 persen, sedangkan Anies Baswedan turun menjadi 7,3 persen dan Sandiaga 6,2 persen.

“Ganjar kini adalah tokoh asal PDIP yang paling moncer, sedangkan tokoh-tokoh asal Gerindra atau yang didukung Gerindra seperti Prabowo, Anies, dan Sandi justru terus melorot, meskipun Prabowo-Sandi bergabung ke dalam pemerintahan,” kata Andreas.

Tokoh-tokoh lainnya yang turut disurvei selama Juni 2020, Oktober 2020, dan  Januari 2021 yakni Khofifah Indar Parawansa 4,5 persen, 4,2 persen dan 4,7 persen; Tri Rismaharini 1,6 persen, 1,4 persen, dan 3,3 persen; dan Ketua Umum Demokrat AHY 2,7 persen, 2,3 persen, dan 2,5 persen.

Lalu ada Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha 1,8 persen, 2,1 persen; Erick Thohir 1,3 persen, 1,1 persen, dan 1,5 persen; dan Menko Polhukam Mahfud MD 1,1 persen, 1,0 persen, dan 1,3 persen.

Kemudian Ketua DPR Puan Maharani 0,8 persen, 0,9 persen, dan 1,1 persen;  Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto 0,5 persen, 0,7 persen, dan 1,0 persen; dan Kepala KSP Moeldoko 0,2 persen, 0,4 persen, dan 1,0 persen.

“Elektabilitas capres dan parpol tampak tidak linear, di mana PDIP yang anjlok tetapi tokohnya Ganjar justru melesat, sedangkan Gerindra stagnan dan tokoh-tokohnya makin kehilangan dukungan publik,” Andreas menambahkan.

“Demikian pula dengan Demokrat yang melejit, tetapi tidak dibarengi dengan kenaikan elektabilitas AHY, sebaliknya figur Moeldoko yang disebut-sebut sebagai ancaman di internal Demokrat kini mulai muncul di atas 1 persen,” lanjut Andreas.

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 20-31 Januari 2021, dengan sambungan telepon kepada 1.200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error ±2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya