Berita

Mantan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP, Bambang "Beathor" Suryadi/Net

Politik

Moeldoko Ingin Jadi Ketum Demokrat Dan Presiden, Beathor Suryadi: Mungkin SBY Masih Ragu Kualitas AHY

SABTU, 06 FEBRUARI 2021 | 14:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Membaca dan mendengar gonjang-ganjing Istana bahwa Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko ingin jadi Presiden 2024 dengan kendaran Partai Demokrat, adalah hal yang wajar dan pantas.

Begitu pandangan mantan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP, Bambang "Beathor" Suryadi dalam keternagan tertulis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (6/2).

"Sebagai lulusan terbaik Akabri 1981 Adhi Makayasa dan mencapai puncak Panglima TNI, tentu melalui asam garamnya pengalaman, pengetahuan tentang berbagai hal, dibanding AHY yang sebatas Mayor TNI," ujar Beathor Suryadi.


"Ditambah lagi Mas Moeldoko ikut kuliah ilmu manajeman konflik, dan meraih doktor S3," sambung dia.

Penilaian Beathor Suryadi, dia yang pernah ikut di KSP di bawah kepemimpinan Moeldoko selama dua tahun lebih, mantan Panglima TNI itu tampak melakukan trobosan-terobosan, gagasan dan kegiatan yang positif selama di KSP.

"Jadi wajar jika kader Demokrat memilih beliau untuk dimajukan sebagai ketua umum, dan bahkan mengusungnya menjadi calon presiden, dan tentunya membanggakan kader dan simpatisan," terang politisi PDI Perjuangan itu.

Menurut Beathor Suryadi, kedekatan Moeldoko dengan SBY tentunya mempunyai cerita dan khas tersendiri. Kenapa SBY memilihnya untuk menjadi Panglima TNI di antara perwira tinggi yang ada pada waktu itu.

Begitu pula, lanjut dia, kenapa SBY menitipkan Moeldoko kepada Presiden Joko Widodo untuk posisi kepala KSP, setelah kunjungan SBY ke Istana.

Dalam penjelasan Moeldoko, inisiatif pertemuan dilakukan oleh para kader Demokrat. Jelas Beathor Suryadi, hal itu seperti halnya Moeldoko jadi Panglima TNI adalah inisiatif SBY.

"Mungkin SBY masih ragu dengan kualitas AHY untuk dimajukan sebagai Presiden RI yang saat ini tantangannya semakin berat," imbuhnya.

Beathor Suryadi sendiri juga masih meragukan sosok AHY.

"Apa iya selevel Mayor ditawarkan sebagai Presiden, level Gubernur pun ditolak warga DKI yang hanya lima wilayah walikota dan satu kabupaten," ucap dia.

Kemudian, Beathor Suryadi mencoba membandingkan AHY dengan sang ayah SBY.

"SBY sebelum jadi Presiden, pernah di DPR RI, pernah menteri, itu adalah bekal politik nasionalnya. Di karir militer pernah SosPol, Kasdam dan Pangdam," tuturnya.

"Apa jadinya negeri ini jika Presiden-nya minim pengetahuan dan pengalaman politik," demikian Beathor Suryadi menutup pernyataannya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya