Berita

Wabendum DPP Demokrat, Chairul Yaqin Hidayat/RMOLJabar

Politik

Wabendum Demokrat: Isu Kudeta Bukan Karena Keretakan Internal Partai

JUMAT, 05 FEBRUARI 2021 | 10:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Isu kudeta di tubuh Partai Demokrat memunculkan spekulasi terjadinya keretakan dalam internal partai, bahkan ada isu ketidakpercayaan segelintir orang terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP Demokrat, Chairul Yaqin Hidayat mengatakan, isu kudeta berasal dari eksternal partai untuk memecah partai dengan cara membuat kekisruhan. Oleh karena itu ia meyakinkan kalau Partai Demokrat tidak mengalami keretakan.

"Sebenarnya kami sedang memergoki pihak eksternal yang sedang ditunggangi untuk membuat kekisruhan supaya ada pintu masuk melalui jalur kekisruhan ini," kata Chairul, Jumat (5/2), dikutip Kantor Berita RMOLJabar.


Namun upaya pengambilan paksa kursi kepemimpinan sudah lebih dulu diketahui, sehingga pihak eksternal itu berusaha mengelak.

Atas hal tersebut, ia meminta maaf kepada masyarakat karena di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai justru ditambah dengan isu kudeta partai.

"Kami meminta maaf kepada masyarakat jika sangat terganggu dengan adanya isu ini. Kami juga tau saat ini semua pihak sedang fokus menangani dampak pandemi," ucapnya.

Kendati begitu, pihaknya harus melawan isu kudeta tersebut. Pasalnya, ia menilai Partai Demokrat merupakan rumah perjuangan guna memperjuangkan hak-hak dan aspirasi masyarakat.

Selain itu, pihaknya menerima laporan dari DPC yang sedang berusaha didekati oleh pihak eksternal. Namun, ia telah mengimbau kepada seluruh kader agar tidak terlibat dalam isu kudeta. Apabila kedapatan terlihat yang bersangkutan akan diberikan sanksi.

"Kami pun menegaskan, akan memberikan sanksi kepada kader yang terlibat kedalam kasus ini. Dan kami pastikan Partai Demokrat tetap utuh dan mendukung penuh Ketum AHY," tukasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya