Program vaksinasi Covid-19 yang tengah dijalankan Pemerintah tampaknya mendapat respons positif dari masyarakat. Setidaknya, berdasarkan hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM), sebanyak 70,6 persen responden yakin vaksin yang diberikan aman.
Sementara 19,2 persen responden tidak percaya bahwa vaksin Covid-19 yang akan disediakan pemerintah aman bagi kesehatan penggunanya dan yang tidak memberikan pernyataan 10,2 persen.
Dari survei diketahui juga bahwa 79,9 persen responden bersedia untuk mengikuti program vaksinisasi dan sebanyak 11,8 persen masih ragu. Sedangkan 8,3 persen tidak mau divaksin.
Dari hasil survei ini bisa disimpulkan bahwa persentase mereka yang percaya bahwa vaksin aman jauh lebih besar daripada yang tidak percaya dan kepercayaan pada tingkat keamanan vaksin mempengaruhi kesediaan warga untuk divaksin.
Sementara terkait masalah pengelolaan pemerintahan yang bersih di masa pandemi Covid-19, dari hasil survei didapati bahwa 63,8 persen menyatakan pemerintahan Joko Widodo tidak dikelola secara
clean goverment.
Lalu sebanyak 20,8 persen menyatakan pemerintahan sudah dikelola secara
clean goverment, dan sebanyak 15,4 tidak memberikan pernyataan.
"Dari survei diketahui juga bahwa sebanyak 69,2 persen penyelewengan dan korupsi uang negara, pungli, dilakukan oleh kader dan politisi parpol. Sebanyak 30,8 menyatakan penyelewengan uang negara, pungli, dan korupsi dilakukan oleh aparatur sipil negara serta aparat penegak hukum," terang Direktur Eksekutive IDM, Tri Permadi, melalui keterangannya, Sabtu (30/1).
Survei nasional Indonesia Development Monitoring ini dilakukan pada 10–19 Januari 2021 melalui wawancara per telepon terhadap 1.650 responden yang dipilih secara acak (random).
Margin of error survei diperkirakan +/- 2,44% dengan Tingkat Kepercayaan 95%. Seluruh responden tersebar secara proposional di 34 Provinsi.
Responden terpilih adalah Responden yang sudah berumur lebih dari 17 Tahun, secara kriteria demographi responden yang tingal di perkotaan 58,1 persen dan di pedesaan 41,9 persen.