Berita

Dahlan Iskan/Ist

Dahlan Iskan

Tipping Point

JUMAT, 29 JANUARI 2021 | 05:07 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

TIDAK disangka. Tahun 2021 menjadi tipping point bagi mobil listrik. Atau sudah disangka. Oleh sebagian kecil saja.

Segala macam keraguan menjadi tidak relevan lagi. Segala macam pertanyaan menjadi terlihat sepele. Yang ogah-ogahan terasa langsung ketinggalan.

Norwegia jadi pelopornya: tahun lalu penjualan mobil listrik di sana sudah melampaui mobil bensin. Untuk pertama kalinya. Dan terus pula menggelinding.


Di sana penjualan mobil listrik sudah mencapai 55 persen. Pasar mobil bensin tinggal 45 persen. Bola salju sedang menggelinding di Norwegia. Dan akan terus menggelinding ke negara-negara lain.

Terutama Tiongkok.

Tesla tidak cukup membangun satu giga-factory di Shanghai. Begitu giga-factory pertama berproduksi Tesla langsung membangun giga-factory kedua –di sebelahnya.

Jumlah merek mobil listrik di sana sudah tidak bisa dihitung dengan semua jari. Bahkan ada merek yang khusus untuk kelas murah. Kelas menengah. Kelas mahal.

Semua itu dipicu oleh satu: kemajuan ilmu pengetahuan di bidang baterai. Yang daya tahannya naik terus. Yang harganya turun terus.

Dalam 5 tahun terakhir harga baterai turun 50 persen. Dan masih akan turun lagi. Masih bisa sekitar 25 persen lagi –lima tahun ke depan.

Dulu, harga baterai untuk satu mobil listrik sama dengan harga lengkap mobil bensin. Itu harga baterainya saja. Tapi pengembang mobil listrik terus berusaha menguasai teknologinya.

Kini harga baterai itu begitu turunnya. Sehingga di tahun 2021 ini akan terjadi tipping point aspek lainnya: harga mobil listrik sudah bisa 5 persen lebih murah dari harga mobil bensin.

Itu sudah termasuk dihapusnya subsidi pajak untuk mobil listrik. Maka, tahun ini, penjualan mobil listrik akan naik 100 persen dari tahun lalu –tipping point yang lain lagi.

Di Amerika pun dilakukan survei. Terhadap 2000 pemilik mobil listrik. Bagaimana rencana mereka ke depan? Kalau mereka akan membeli mobil baru lagi?

"91 persen mengatakan secara tegas tidak mau lagi balik ke mobil bensin," tulis media otomotif di Amerika. Bukan berarti selebihnya akan balik kucing. Mereka lagi mikir-mikir.

Harga baterai saat ini adalah 90 dolar/kWh. Terjun bebas dari 180 dolar/kWh. Enam tahun lalu. Dan ke depan akan tinggal 60 dolar/kWh.

Masa depan yang kita tunggu itu ternyata sudah tiba sekarang. Di tahun 2021 ini.

Saya pun tidak mau berpikir lagi apakah kita harus punya mobil listrik nasional. Tidak relevan lagi. Sudah ketinggalan. Tidak akan terkejar.

Yang penting, harus mobil listrik –siapa pun pemiliknya, apa pun mereknya. Tesla ok, Tiongkok ok, Vietnam pun ok. Apa boleh buat.

Dalam hal mobil listrik posisi awal kita sebenarnya seperti Tiongkok. Demikian juga posisi cara berpikirnya.

Penduduk besar. Kesejahteraan rakyat naik terus –meski tidak meroket. Minat membeli mobil terus menjulang.

Dari mana bensinnya? Jawabnya Anda sudah tahu: impor, impor, impor. Ekonomi kita pun seperti badan yang digerogoti kanker. Segala macam kanker menjadi satu di impor itu: subsidi, monopoli, fasilitas, korupsi, devisa, inflasi... Sebut saja semua kanker ada di situ.

Negara lain sudah memasuki tahap tipping point.

Tinggal kapan kita menyusul.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya