Berita

Tenaga medis TNI AD tengah menangani pasien korban gempa di RS Darurat/Ist

Nusantara

RS Darurat TNI AD Beroperasi, Tampung Puluhan Korban Gempa Sulbar

SENIN, 25 JANUARI 2021 | 22:07 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

TNI AD telah membangun rumah sakit lapangan alias darurat di Markas Korem 142/Tatag Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar). Per hari ini, rumah sakit tersebut sudah mulai beroperasi dan menangani pasien korban gempa.

Pangdam Hasanudin Mayjen TNI Andi Sumangeruka mengatakan, pembangunan RS lapangan ini atas perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Rumah sakit lapangan sudah digelar utuh, seperti tenda, instalasi listrik, AC, penjernih air, dapur lapangan, dan alkom," kata Pangdam dalam keterangannya, Senin (25/1).


Selanjutnya, pada pukul 09.00 waktu setempat, rumah sakit lapangan itu mulai menerima pasien untuk diberikan penanganan.

"Total pasien yang telah dilayani sampai dengan pukul 11.00 Wita sebanyak 30 orang, pasien masih terus berdatangan rujukan dari posko kesehatan dan juga puskesmas," tambah Pangdam.

Rumah sakit lapangan ini dikhususkan untuk korban gempa di Sulbar. RS lapangan ini bisa menampung ratusan pasien yang menjadi korban gempa.

Dalam menjalankan operasional, sebanyak 147 tenaga medis siapkan untuk merawat pasien korban gempa, baik yang mengalami luka ringan maupun luka berat.

Selain itu juga, ada 8 dokter spesialis dan 2 dokter umum juga disiapkan untuk menangani warga yang menjadi korban gempa di Sulbar.

Bahkan RS darurat TNI AD ini juga dilengkapi ruang operasi dan laboratorium. Sebelum tindakan medis yang dilakukan dokter, para pasien terlebih dahulu akan menjalani tes usap PCR.


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya