Berita

Deklarasi Forum Politik Indonesia (FPI)/ist

Politik

Deklarasi, Forum Politik Indonesia Dukung Pemerintah Lawan Politisasi Vaksin

KAMIS, 21 JANUARI 2021 | 21:07 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kontroversi tentang vaksin Covid-19 terus menjadi perbincangan publik, setelah sebelumnya Anggota DPR RI PDIP Ribka Tjiptaning menyatakan dengan lantang akan menolak vaksin covid dalam Rapat Kerja Komisi IX dengan Menteri Kesehatan.

Mencium adanya gerakan politisasi terhadap penolakan vaksin Covid-19 yang kian masif, sejumlah tokoh muda menyatukan visi dan mendeklarasikan sebuah organisasi intelektual bernama Forum Politik Indonesia (FPI).

Organisasi yang diisi para aktivis 98, pimpinan lembaga survei, pengamat politik, serta akademisi ini dipimpin oleh pengamat politik nasional Tamil Selvan, deklarasi FPI pun dilakukan mengikuti protokoler kesehatan ketat, dengan membawa jargon #LawanPolitisasiVaksinCovid.


"Karena prokes, kami membatasi hanya perwakilan yang mendeklarasikan diri. Ada aktivis 98 Iman Akhirman (bocor) dan Agung Wibowo Hadi, ada pengamat politik dan pimpinan lembaga survei Adib Miftahul, dan akademisi Bena Rangkuti, serta teman-teman lain," kata Tamil Selvan dalam keteranganya, Kamis (21/1).

Pembentukan forum intelektual ini dimaksudkan karena semakin punahnya politik kebangsaan dan keadaban dalam warna perpolitikan di Indonesia. Bahkan menurut para deklarator, banyak penggiringan opini politik yang membuat masyarakat semakin bingung, salah satunya terkait penolakan vaksin covid19.

"Maka kami sepakat untuk mendukung pemerintah dalam melawan politisasi vaksin covid19. Negara perlu didukung sebab ini menyangkut hajat hidup orang banyak," tutur pria yang akrab disapa Kang Tamil ini.

Kendati singkatan nama Forum Politik Indonesia yaitu FPI memiliki kemiripan dengan ormas Front Pembela Islam yang merupakan ormas agama yang saat ini dilarang, Kang Tamil mengatakan bahwa organisasi yang dibentuknya bernafaskan pancasila dan mengedepankan intelektualitas.

"Roh kami adalah pancasila dan intelektual. Kemiripan nama itu hanya kebetulan, tidak masalah, justru paradigma masyarakat bisa berubah bahwa ada FPI yang merupakan gerakan intelektual pendukung pemerintah. Tapi kalau pemerintah melenceng, yah kami kritik. Kritik yang membangun itu penting, tentunya dibarengi dengan solusi," jelasnya.

Ketika ditanya apa yang akan dilakukan kedepan, salah satu Anggota Presidium Adib Miftahul menyatakan bahwa sesuai dengan kesepakatan deklarasi, Forum Politik Indonesia akan mengedepankan dialog dan diskusi terhadap permasalahan politik bangsa, serta mencari langkah elegan dalam membantu mengatasi black and negatif politic yang memecah belah.

"Kami akan berada di garda depan dalam melawan propaganda politik kotor yang bertujuan memecah belah masyarakat, apalagi di masa pandemi seperti ini. Kami tidak mau masyarakat terombang-ambing karena ulah para oknum politik kotor yang tidak bertanggung jawab," tutup Adib.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya