Berita

Aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini/Net

Politik

Blusukan Dan Pencitraan Risma, Pengamat: Terpenting Ada Hasil Nyata

RABU, 13 JANUARI 2021 | 02:35 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Aksi blusukan yang dilakukan Menteri Sosial Tri Rismaharini di sejumlah ruas jalan dan sudut kota di DKI Jakarta masih menjadi perbincangan hangat.

Risma dianggap hanya ingin mencari tenar alias pencitraan. Bahkan, ada yang menyebut Risma menjadi menteri hanya sebagai "jalan penghubung" menuju kursi Gubernur DKI Jakarta.

Kekinian, muncul kelompok relawan Pasukan Tri Rismaharini (Pasutri) yang menginginkan Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi Gubernur DKI Jakarta.


Direktur Eksekutif Parameter Indonesia, Adi Prayitno menyebutkan, bahwa tidak ada yang salah dari aktifitas pencitraan Risma. Baginya, pencitraan adalah hal lumrah.

"Pencitraan itu hukumnya wajib bagi politisi dan pejabat. Justru aneh kalau pejabat publik alergi pencitraan," ujar Adi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (13/1).

"Pencitraan itu biasa di politik. Tapi yang penting pencitraan itu harus nyata hasilnya," imbuh akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Adi juga mengingatkan, kepada pendukung Risma untuk tidak perlu perlu baper soal aksi blusukan yang dituding pencitraan.

"Yang penting blusukannya itu hasilnya sesuatu yang nyata. Misalnya pemulung, orang miskin, dan terlantar yang ditemui kadar hidupnya dibuat layak," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya