Berita

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin/Net

Politik

Sepakat Penerapan PPKM, Azis Syamsuddin: Kalau Sesuai Indikator, Harus Dilaksanakan Ketat

KAMIS, 07 JANUARI 2021 | 16:56 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin angkat bicara mengenai polemik Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara ketat oleh pemerintah.

Menurutnya, PPKM berbeda dengan PSBB, yang diartikan masyarakat sama.

Azis menyampaikan dukungannya terhadap Menko Airlangga Hartarto yang memberlakukan PPKM secara ketat.


Kata Azis, pihaknya juga mendorong agar pemerintah pusat mampu bersinergi secara baik denhan pemerintah daerah dalam penerapan PPKM ini.

Menurutnya, PPKM akan bisa dijalankan dan diterapkan jika memenuhi salah satu indikator, yakni adanya tingkat kematian ada di atas rata-rata nasional atau di atas 3 persen  menyusul indikator perkembangan penularan dan penanganan pandemi Covid-19.

"Kesembuhan di bawah rata-rata nasional atau 82 persen, kasus aktif di atas 14 presen, dan keterisian rumah sakit di atas 70 persen untuk menekan angka pertumbuhan kasus Covid-19 yang berlaku pada 11 -25 Januari 2021,” ucap Azis Syamsuddin kepada wartawan, Kamis (7/1).

Politisi asal Golkar itu juga menyinggung perihal adanya sanksi tegas yang akan diberlakukan pemerintah jika ada yang melanggar aturan tersebut.

Azis menilai pemerintah bersikap tegas atas kebijakan yang diambil telah melalui Dasar hukum PP 21/2020 tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan Instruksi Mendagri 1/2021 agar pelaksanaannya bisa maksimal dan berjalan efektif.

Atas dasar itulah, Pemda harus dibantu oleh aparat TNI dan Kepolisian.

"Selain aktif mengingatkan prokes, juga untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan seluruh kegiatan yang dilarang tidak beroperasi dan tidak diberikan izin untuk melakukan kegiatan,” ujarnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya