Berita

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin/Net

Politik

Pimpinan DPR Desak Pemerintah Selamatkan ABK Indonesia Yang Disandera Di Teluk Persia

KAMIS, 07 JANUARI 2021 | 11:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pasukan Garda Revolusi Iran menyita sebuah kapal tanker kimia yang berbendera Korea Selatan, Hankuk Chemi, ketika berlayar di teluk Persia dan selat Hormuz. Di dalam kapal tersebut, terdapat dua anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang ikut ditahan.

Hal itu disoroti oleh Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Dia meminta agar Kementerian Luar Negeri turun tangan dalam permasalahan tersebut guna membebaskan dua ABK yang merupakan warganegara Indonesia.

"Kementerian Luar Negri harus aktif dalam membebaskan ABK WNI yang turut di tahan oleh Iran. Segala jalur komunikasi agar di intensifkan dalam mengetahui keadaan para ABK WNI tersebut, memberi pendampingan serta dibebaskan dengan segala kemampuan yang kita miliki," ujar Azis kepada wartawan, Kamis (7/1).


Legislator dari Partai Golkar ini meminta KBRI agar membuka komunikasi dengan Teheran, terkait nasib dua ABK WNI tersebut namun tidak ada informasi lebih lanjut.

"KBRI Tehran harus bisa pro aktif dan menjadikan hal ini sebagai prioritas utama. Setiap WNI memiliki hak bantuan hukum, serta pendampingan agar segera di bebaskan dan di kembalikan ke Indonesia," tegasnya.

Azis mendesak Kementerian Luar Negri agar berkoordinasi secara paralel melalui Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta dalam memantau perkembangan isu ini.

"Saat ini bukan saatnya berbicara politik, tapi keselamatan ABK yang menjadi prioritas. Indonesia memiliki hubungan baik dengan Iran jadi semoga persoalan ini bisa segera teratasi. Saya juga berharap Iran dan Korea Selatan bisa saling menghargai dan segera menuntaskan persoalan ini agar tidak berkelanjutan dan tidak terulang di masa mendatang," katanya.

Dia berharap kondisi seperti ini tidak terulang, khususnya saat dunia sedang berjuang melawan pandamik Covid-19 dan berharap negara-negara di dunia dapat menahan diri dan mengedepankan diplomasi yang konstruktif dan positif dalam menjaga perdamaian dunia.

"Kita harapkan semua negara menahan diri, mengedepankan diplomasi. Kita semua harus bahu-membahu melawan pandemik Covid-19 baik secara kesehatan dan juga roda perekonomian global. Maka jalur perlayaran menjadi sangat penting dalam menjunjung perekonomian. Mari saling membantu dan mempermudah, jangan dipersulit. Keberatan bisa di sampaikan melalui nota diplomatik maupun instrumen-instrumen hukum internasional," tandasnya.

Pemerintah Korea Selatan telah mengirimkan kapal perang dan pasukan khusus ke wilayah tersebut dalam rangka mengantisipasi langkah-langkah yang di rasa perlu. Korea Selatan menuduh Iran menyandra kapal tanker Hankuk Chemi. Hal tersebut kemudian dibantah oleh Iran dengan balik menyebut Korea Selatan sebagai penyandra 7 miliar dolar AS di bank milik Korea Selatan dengan tanpa alasan. Hal ini kemudian memicu diskursus antar kedua negara.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya