Berita

Serpihan atau puing yang diduga bangkai pesawat berlogo CNSA/Net

Politik

Komisi I: Kemlu Harus Pastikan Serpihan Berlogo CNSA Milik China Atau Bukan

RABU, 06 JANUARI 2021 | 15:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Serpihan atau puing yang diduga bangkai pesawat ditemukan oleh warga di Perairan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Puing tersebut berupa tabung yang tinggal setengah badan berukurang 8 meter yang diduga bangkai pesawat rudal milik China yang meledak 10 April lalu.

Anggota Komisi I DPR RI Farhan mengatakan, puing tersebut mengindikasikan sebuah insiden telah terjadi pada pesawat tersebut.


“Apalagi ada sisa-sisa kebakaran di beberapa elemen yang ditemukan. Jadi kita memang harus menunggu kepastian hasil investigasi forensik Kepolisian setempat,” ucap Farhan kepada wartawan, Rabu (5/1).

Legislator Partai Nasdem ini meminta Kementerian Luar Negeri untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Kedutaan Besar China untuk memastikan logo CNSA tersebut milik negara mereka atau bukan.

“Maka Kemlu harus membuka komunikasi dengan Kedubes RRC untuk memastikan apakah logo CNSA itu merupakan logo resmi lembaga negara milik pemerintah RRC. Lalu meminta penjelasan mengapa ada pusing tersebut di Kalimantan Tengah,” katanya.

Farhan meminta agar masyarakat bijak menyikapi temuan puing tersebut dengan tidak melakukan reaksi yang berlebihan kepada pemerintah China.

“Kita harus bijak menyikapi dengan tidak melakukan reaksi yang tidak perlu kepada pemerintah RRC sebelum semuanya clear. Namun, komunikasi dengan mereka harus dilakukan dengan transparan agar tidak memancing berbagai spekulasi,” terangnya.

Dia juga meminta lembaga-lembaga otoritas penerbangan dan pertahanan udara RI untuk bisa menjelaskan adanya temuan puing-puing yang diduga milik rudal CHina di Kalteng tersebut.

“Jangan sampai kita kecolongan, karena dalam jangka waktu singkat ini, tiba-tiba kita menemukan benda-benda janggal yang terindikasi milik asing yang masuk wilayah Indonesia,” tutupnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya