Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Calon Kapolri Harus Loyal Kepada Negara, Bukan Presiden

RABU, 06 JANUARI 2021 | 11:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, yang mengatakan Presiden Joko Widodo akan menunjuk Kapolri yang memiliki loyalitas tunggal kepadanya mendapat kritikan.

Masinton mengatakan, pertimbangan memilih Kapolri baru yang loyal lantaran saat ini Presiden Jokowi sudah memasuki periode kedua. Sehingga ia perlu sinergitas untuk menyelenggarakan pemerintahan dan menjamin keamanan di dalam negeri.

Namun, pengamat politik dari Universitas Nasional, Andi Yusran, tidak sependapat dengan pandangan Masinton.


Menurutnya, pandangan Masinton keliru. Sebab, jika Kapolri yang dicari merupakan sosok yang memiliki loyalitas tunggal kepada Presiden Jokowi maka akan kontraproduktif dengan tata kelola pemerintahan yang demokratis dan pastinya berbahaya.

"Seharusnya Kepala Kepolisian Negara RI memiliki loyalitas tunggal kepada negara," tegas Andi kepada Kantor Berita RMOLJakarta, Rabu (6/1).

Ia menambahkan bahwa fokus loyalitas kepada Presiden Jokowi dan negara itu jauh berbeda.

Hal ini karena Presiden adalah jabatan politik. Sehingga jika loyalitas Kapolri bergantung kepada presien, maka posisi kepolisian bisa menjadi alat kekuasaan.

"Justru di masa jabatan keduanya Jokowi idealnya mulai mengembangkan profesionalisme dan kemandirian Kepolisian sebagai alat negara yang abdi negara," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya