Berita

Megawati Soekarnoputri bersama Prabowo Subianto saat momen pasca Pilpres 2019/Net

Politik

PILPRES 2024

Didorong Nyapres, Politisi PDIP: Ibu Mega Komitmen Pada Regenerasi

SELASA, 05 JANUARI 2021 | 21:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dorongan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2024 hanya wacana di luar. Tidak ada pembahasan itu di internal partai.

Pasalnya, Presiden kelima RI tersebut sangat komitmen terhadap yang namanya regenerasi total.

"Jadi, kalau ada yang nyalon-nyalonin Ibu Mega, yang kami tangkap wacana itu, tidak ada berkembang di partai," kata politisi PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/1).


"Kita tahu, Ibu Mega itu komitmen pada regenerasi total," lanjut anggota DPR itu menagaskan.

Fokus Megawati saat ini adalah menjaga alam bagi keberlangsungan lingkungan hidup di masa datang.

"Kita tahu Ibu itu pengen mendedikasikan dirinya untuk soal lingkungan hidup. Jadi agaknya sinyalemen Ibu Mega mau nyalon 2024 itu jauh panggang daripada api setahu saya," ujar Deddy Sitorus.

Saat didesak lagi, apakah PDIP akan mencalonkan Megawati, Deddy Sitorus menyatakan nanti akan diputuskan partai. Dan siapa yang akan didorong adalah ranah ketua umum.

"Itu ranah menjadi keputusan pimpinan partai, dan terlalu jauhlah kalau kita mau ngebahas itu sekarang," ucapnya.

"Menurut saya, apalagi ini masa pandemi, lalu wakutnya masih sangat panjang ya, kami enggak ada pikiran ke sana, ngomongin soal pilpres hari ini," tambah Deddy Sitorus.

Saat ini, masih diterangkan Deddy Sitorus, partainya fokus pada upaya bagaimana mendukung pemerintahan Jokowi-Maruf supaya meninggalkan legacy yang baik untuk bangsa dan negara.

Berkembang wacana mencapreskan Megawati di pilpres mendatang. Beberapa alasaanya, untuk menyelesaikan persaingan tokoh-tokoh muda di PDIP, seperti Puan Maharani, Ganjar Pranowo, dan Gibran Rakabuming Raka.

Selanjutnya, dengan Megawati sebagai presiden, diyakini akan bisa menghilangkan stigma dan ketakutan "petugas partai" dikelilingi kekuatan partai politik lain di koalisi.

Adapaun alasan utama, PDI Perjuangan sebagai partai terbesar dan pemenang pemilu dua kali, harus bisa menempatkan orang terbaik sebagai capres.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya