Berita

Ujang Komarudin/Repro

Politik

DPR Dan Pemerintah Jangan Buat UU Pemilu Seperti 'Popok Bayi', Sekali Pakai Buang

SELASA, 05 JANUARI 2021 | 19:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

DPR dan pemerintah diharapkan dalam membuat Undang Undang soal kepemiluan tidak berorientasi kepentingan jangka pendek semata.

Sebab, hal itu justru akan menguras energi akibat tarik menarik kepentingan.  

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin saat menjadi narasumber dalam diskusi daring Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk "2021 Tahun Politik Sesungguhnya" yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Politik RMOL, pada Selasa (5/1).


"Sebenarnya regulasi yang buat kan DPR dan pemerintah. Tapi saya secara pribadi dalam konteks ini buat UU tuh yang memiliki sejarah yang lama dipake gitu," ujar Ujang Komarudin.

"Jangan sampai kita buat UU Pemilu atau UU apapun seperti popok bayi sekali pakai buang, sekali pakai buang, kan lucu," imbuhnya.

Menurut Ujang Komarudin, DPR dan pemerintah sedianya harus membuat legacy (warisan) dalam hal ini UU Pemilu agar tidak terus direvisi setiap hendak menyelenggarakan Pemilu.

"Harusnya kita ini mendorong DPR membuat UU yang bisa terpakai 20-30 tahun, kan luar biasa. Itu juga legacy yang harus dimiliki juga oleh DPR dan pemerintah," tuturnya.

"Nah hari ini kan masih begitu, ketika mau Pemilu berdebat lagi, mau Pemilu berdebat lagi, draftnya aja satu tahun kan. Nah ini sebenarnya energi kita habis disitu gituloh," imbuh dia.

"Kapan kita mau membangun bangsa ini kalau mau Pemilu ribut lagi ribut lagi. Ini menjadi problem kebangsaan kita," demikian pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Selain Ujang Komarudin, narasumber lain dalam Obrolan Bareng Bang Ruslan yakni Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI fraksi PPP Ahmad Baidlowi.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya