Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Happy Hypoxia, Serangan Virus Corona Bak Kuda Trojan

JUMAT, 01 JANUARI 2021 | 17:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Istilah 'happy hypoxia' menjadi sering muncul di tengah pandemi Covid-19. Happy hypoxia sendiri merupakan kondisi di mana kurangnya jumlah oksigen di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala.

Pada Covid-19, happy hypoxia kerap dialami oleh orang tanpa gejala. Mereka terpapar virus corona, namun daya tahan tubuhnya masih sangat baik.

Meski begitu, dokter rehabilitasi dari RSUP Persahabatan, dr. Siti Chandra Widjanantie, Sp.KFR (K) menjelaskan, virus corona masih berdiam diri di tubuh orang tanpa gejala.


"Itu Covid berdiam di dalam tubuh seperti halnya kuda trojan. Jadi dia diam, lalu cari kesempatan bereplikasi," ucap dr. Siti dalam Bincang Sehat bertajuk 'Rehabilitasi Pasien Covid-19, Seberapa Penting?' pada Jumat (1/1).

"Dia bereplikasi menggunakan bahan baku glukosa. Kalau orang tinggi gula, ya senanglah dia (virus corona) bereplikasi berulang-ulang. Atau misalnya orang itu komorbid diabetes, ya dia replikasi lebih banyak," jelasnya.

Tetapi, kata dr. Siti, ketika pertahanan dalam tubuh melemah, maka virus corona akan menang. Tetapi ketika itu terjadi, virus sudah menyebar, bahkan hingga jutaan, ke saluran respirasi.

"Ada juga yang masuk ke saluran napas atau pencernaan. Saat itu terjadi, saat kekalahan terjadi, mulai ada gangguan saturasi tapi kita merasa tidak apa-apa," lanjutnya.

Pada orang normal, saturasi oksigen harus berada di atas angka 95 persen. Dalam kondisi lelah setelah olahraga, saturasi mencapai 96-97 persen.

Sementara untuk orang-orang yang mengalami happy hypoxia, paru-paru kesulitan menarik oksigen dan menukarnya dengan karbon dioksida. Bahkan otaknya sendiri, kata dr. Siti, lambat mendeteksi hal tersebut.

"Karena memang prosesnya cepat. Jadi kalau kita (normal) kekurangan oksigen, pusat di otak itua akan memerintahkan untuk bernapas lebih banyak, sehingga kita akan tersengal-sengal untuk mengambil oksigen," tutur dr. Siti.

Tetapi pada orang happy hypoxia, proses tersebut terganggu karena prosesnya cepat terjadi. Alhasil, mereka akan pusing atau bahkan tidak sadarkan diri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya