Bunga langka jenis Rafflesia Arnoldi tumbuh di kawasan Tik Tebing, Kecamatan Lebong Atas, Kabupaten Lebong, Bengkulu/Net
Sejumlah bunga langka jenis Rafflesia Arnoldi tumbuh di kawasan Tik Tebing, Kecamatan Lebong Atas, Kabupaten Lebong, Bengkulu.
Sebagian ditemukan sudah mekar, dan ada pula yang akan memasuki fase mekar.
Hal itu dikatakan tokoh Pemuda Peduli Flora Dan Fauna Lebong, Sukamdani. Menurutnya, dirinya bersama warga sekitar memonitoring tumbuhan langka dan dilindungi itu pada Kamis (31/12).
"Jaraknya sekitar 15 meter dari bunga pertama kemarin. Sekarang, masih tahap perawatan," kata Sukamdani dikutip
Kantor Berita RMOLBengkulu, Jumat (1/1).
Dijelaskan dia, awal penemuan bunga langka itu masih berbentuk knop atau bakal bunga ukuran besar yang berjarak sekitar 400 meter dari Koramil Lebong Atas. Pun dari lokasi itu perkembangannya mudah dipantau.
"Beberapa hari lalu bunga sebelumnya mekar sempurna dan langsung saya abadikan, kemudian foto bunga ini menyebar di media sosial sehingga banyak yang datang ke sini untuk melihatnya," ujarnya.
Setelah bunga pertama itu mekar, dirinya kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi bunga yang tumbuh itu ditemukan bekas bunga yang siap mekar.
Dia menyatakan, bunga kedua lokasi tersebut, diprediksi segera mencapai fase mekar sempurna dalam 1 hingga 2 minggu lagi. Diameter bunga tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 80 sentimeter.
"Bunga pertama masih aman karena sudah dipagar. Kalau bunga kedua sepertinya akan segera mekar dalam beberapa hari ke depan," demikian Sukamdani.
Sementara itu, Kepala Disparpora Kabupaten Lebong, Eddy Ramlan melalui Kabid Pariwisata Maryanto sebelumnya memastikan, jika lokasi wisata selama libur tahun baru ditutup sementara.
Itupun agar tidak adanya kerumunan. Sebaliknya, apabila ingin mengunjungi bunga langka itu agar tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes).
"Objek wisata terhitung tanggal 30 Desember sampai 1 Januari ditutup sementara," katanya.
Terkait dengan tumbuhnya Bunga Raffelisa Arnoldi di daerah itu, ia meminta kepada warga setempat untuk menjaga dan memelihara bunga Raflesia tersebut.
Raflesia menurutnya adalah golongan tumbuhan parasit dan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.
"Kami telah mendorong agar warga di sekitar menjaga Bunga Raflesia itu," tutupnya.