Berita

Dahlan Iskan/Net

Dahlan Iskan

Tahun Api

KAMIS, 31 DESEMBER 2020 | 04:23 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SELAMAT tinggal tahun pandemi, 2020.

Selamat datang 2021 entah sebagai tahun apa.

Harapan saya: sebagai tahun vaksinasi.


Itu saja.

Saya tidak berharap banyak di tahun 2021. Ekonomi masih akan begitu sulitnya, kalau dilihat dari data semua indikator ekonomi. Sangat tidak memberi harapan.

Tapi saya masih sangat percaya pada kemampuan manusia untuk mempertahankan hidup. Tidak ada makhluk lain yang punya daya tahan melebihi manusia jenis kita.

Setidaknya sejak 10.000 tahun terakhir — dengan asumsi Adam lahir 8.000 tahun yang lalu. Bukan main perkembangan manusia dalam mempertahankan hidup.

Memang, beberapa jenis manusia sudah punah: Neanderthal yang agak besar itu. Yang saya pun masih keturunannya, biar pun hanya 2,5 persennya.

Juga manusia mini yang fosilnya ditemukan di Flores itu. Tidak ada lagi ditemukan di muka bumi — kecuali fosilnya. Demikian juga beberapa jenis manusia lainnya. Punah sama sekali. Kalah dengan manusia jenis kita.

Orang utan memang masih ada tapi kelihatannya juga akan punah.

Maka tinggal tiga jenis manusia yang seperti kita kenal sekarang — putih, kuning, hitam-- yang berhasil bertahan dan berbiak.

Setidaknya dalam 10.000 tahun terakhir.

Di makhluk kambing pun kita tinggal mengenal tiga jenis. Sapi juga tinggal satu jenis? Kerbau sudah hampir punah.

Jenis burung dan serangga yang kelihatannya masih lebih banyak. Mungkin karena kita belum terlalu makan burung dan makan serangga. Kita juga belum berhasil membasmi nyamuk — meski pun dianggap mengganggu hidup manusia.

Nyamuk juga tidak berniat membasmi manusia — mungkin manusia dianggap tidak terlalu mengganggu nyamuk.

Manusia selalu menemukan cara untuk mempertahankan hidup. Juga menemukan cara mengatasi gangguan seperti nyamuk.

Aneh.

Mengapa orang utan tidak bisa. Pun kerbau. Atau dinosaurus.

Buku Sapiens menyebut, pertama-tama, itu karena manusia ''bisa mendomestikasi  api''. Api yang liar dijinakkan oleh manusia. Dimanfaatkan.

Ide memanfaatkan api itulah penemuan terbesar dalam sejarah manusia.

Ide itu mungkin kita anggap sepele, sekarang. Ide itu hanya ''bagaimana api itu bisa untuk  membakar daging'' binatang.

Tapi dengan memakan daging bakar itu, secara bertahap, otak manusia kian cerdas. Lalu menemukan: api bisa untuk mendidih kan air. Manusia menjadi bisa makan sayur lebih banyak.

Lalu manusia kian pintar. Api bisa untuk menghangatkan tubuh di musim salju. Masak air. Membuat energi lain. Dan seterusnya.

Kelemahan kerbau adalah tidak tahu api itu bisa untuk apa. Pun kalau orang utan diberi api paling justru memunahkannya: hutan terbakar.

Tapi dengan api itu manusia bisa makan banyak hal. Lalu otak mereka yang semula kurang pintar, kian lama kian genius. Termasuk kian kuat. Hanya yang badannya lemah  yang mati oleh wabah di masa lalu. Sedang yang badannya kuat tetap bisa bertahan. Lalu, manusia pilihan itu melahirkan turunan yang lebih kuat. Lebih genius. Termasuk akhirnya bisa menemukan vaksin anti virus — untuk mengatasi kepunahan jenis manusia kita ini.

Kepintaran itu berkembang juga di semua bidang. Termasuk bidang pertanian.

Maka di samping sebagai tahun vaksinasi, saya masih sedikit berharap dunia pertanian kita terpaksa maju. Kemampuan naluri manusia untuk mempertahankan hidup harus ditopang dengan hasil pertanian.

Meningkatnya kepintaran manusia itu memang sudah bisa membuat berbagai vitamin dan nutrisi. Tapi, untuk sementara ini, kita masih suka makan.

Maka di tahun 2021 saya tidak punya ekspektasi yang tinggi. Agar jiwa saya tetap bahagia.

Saya hanya ingin agar ide pertama manusia memanfaatkan api tetap menyalakan semangat keturunan manusia jenis seperti saya, seperti kita ini.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya