Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP, Darmadi Durianto/Net

Politik

Ingatkan Menteri Baru, Politisi PDIP: Jangan Langsung Injak Gas Berkecepatan Penuh

JUMAT, 25 DESEMBER 2020 | 15:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Para menteri yang baru dilantik Presiden Joko Widodo diminta untuk memetakan situasi dan kondisi di sektornya masing-masing.

"Teruntuk menteri-menteri yang baru di bidang ekonomi dan pariwisata. Pelajari dulu lingkungan internal maupun eksternal yang bakal dihadapi," ujar politisi PDIP Darmadi Durianto kepada wartawan, Jumat (25/12).

Menurutnya, pemetaan penting dilakukan sebelum menerapkan konsep kebijakan yang akan dilaksanakan. Terlebih saat ini pemerintah sedang dihadapkan dengan pandemi Covid-19 yang hampir merontokkan seluruh sektor.


"Apalagi saat-saat pandemi Covid-19 ini situasinya berbeda dengan biasanya," lanjut anggota Komisi VI DPR RI

Tak hanya itu, Darmadi juga mengingatkan kepada para menteri untuk berhati-hati ketika akan mengeksekusi program-program kebijakan. Mereka harus berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya.

"Jangan langsung injak gas dengan kecepatan penuh tanpa tahu kondisi mobilnya, nanti sulit remnya. Nanti rem mendadak, bisa-bisa mobilnya bisa terbalik," tandasnya.

Pada Rabu lalu (23/12), Presiden Joko Widodo resmi melantik enam menteri baru masuk Kabinet Indonesia Maju. Mereka adalah Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perdagangan.

Kemudian Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunawan Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, dan Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan RI.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya