Berita

Bandara Hobart Australia/Net

Dunia

Yakin Negaranya Punya Cara Atasi Varian Baru Virus Corona, Australia Tidak Akan Batasi Kedatangan Pengunjung Asal Inggris

SELASA, 22 DESEMBER 2020 | 16:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Australia memutuskan bahwa mereka tidak akan mengubah aturan seputar kedatangan internasional dari Inggris, meski negara itu tengah meningkatkan kewaspadaan terkait temuan virus corona jenis baru.

Kepala Petugas Medis Paul Kelly mengatakan Australia akan terus ‘menyambut’ kedatangan tamu-tamu dari Inggris. Dia juga mengatakan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki jenis virus baru tersebut, dan belum menimbulkan ancaman yang signifikan bagi masyarakat Australia.

“Kami tidak yakin ada alasan untuk mengubah pengaturan perbatasan kami sehubungan dengan orang-orang yang datang dari Inggris,” kata Profesor Kelly, seperti dikutip dari 9News, Selasa (22/12).


“Pandangan kami adalah bahwa ini menjadi perhatian di Inggris. Tapi di sini di Australia, kami memiliki cara kami menangani orang-orang yang datang dari luar negeri dalam hal sistem karantina hotel kami, dan itu sangat efektif, sangat efektif dalam mengendalikan virus yang mungkin datang dari bagian lain dunia,” lanjutnya.

Profesor Kelly mengatakan, bukti awal tentang jenis baru ini tidak memberikan alasan yang cukup untuk mengubah pembatasan perbatasan internasional.

“Tidak ada bukti saat ini bahwa hal itu berdampak pada tingkat keparahan penyakit akibat virus," katanya.

“Tidak ada bukti pada saat ini bahwa (virus) itu mengganggu vaksin. Tidak ada bukti saat ini yang mengganggu tes diagnostic,” yakin Kelly.

Kelly mengatakan tingkat pengujian genom juga tidak cukup untuk menentukan seberapa luas strain baru itu.

“Ada sekitar 1,5 juta kasus yang dilaporkan di Inggris, dari sekitar 69 ribu telah menjalani analisis genom dan dari 69 ribu itu, 3.000 adalah dari jenis baru ini,” katanya.

Di Eropa, semakin banyak daftar negara yang melarang perjalanan dari Inggris dan negara lain sedang mempertimbangkan tindakan serupa, di tengah kekhawatiran tentang virus baru yang melanda Inggris.

Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Belgia, Austria, Irlandia dan Bulgaria semuanya mengumumkan pembatasan perjalanan Inggris, beberapa jam setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan bahwa belanja dan pertemuan Natal di Inggris selatan harus dibatalkan karena penyebaran infeksi yang cepat yang disalahkan pada varian virus corona baru.

Profesor Kelly mengatakan tidak seperti banyak negara di luar negeri yang menutup perbatasannya dengan Inggris, program karantina Australia adalah faktor penentu dalam menjaga agar perbatasan internasional tetap terbuka.

Lebih dari 77 juta orang sejauh ini telah didiagnosis dengan Covid-19 di seluruh dunia sejak pandemi dimulai dan lebih dari 1,7 juta orang telah meninggal.

Di Australia sendiri ada 21 kasus baru Covid-19 yang didiagnosis pada Senin (21/12), yang sebagian besar terkait dengan cluster Pantai Utara Sydney.

“Yang penting tidak ada kematian baru selama beberapa waktu,” kata Kelly.

“Rawat inap tetap sangat rendah. Hanya ada 22 orang di Australia yang sekarang dirawat di rumah sakit. Tidak ada orang dalam perawatan intensif, dan oleh karena itu, tentu saja, tidak ada orang yang menggunakan ventilasi,” ungkapnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya