Berita

Ilustrasi

Nusantara

Tas Guru Kunjung Untuk Pengajar Wilayah Pelosok Jawa Barat

SENIN, 21 DESEMBER 2020 | 04:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dinas Pendidikan Jawa Barat bekerja sama dengan PT SMI, JAGI Foundation, Rumpun Indonesia menggagas program bantuan bernama Tas Bakti Guru Kunjung.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dedi Sopandi mengatakan, kerja sama tersebut sebagai solusi bagi para guru di pelosok atau daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur pendidikan saat memberikan pembelajaran kepada peserta didik di saat pandemi Covid-19.

"Untuk tahap awal pihaknya akan mengadakan tas bakti guru kunjung itu sekitar 300 buah. Namun yang dibagikan pada 'launching' tas bakti guru kunjung hari ini sebanyak 150," ucap Dedi, saat peluncuran Tas Bakti Guru Kunjung secara daring, Minggu (20/12).


Dedi menjelaskan, tas bakti untuk guru kunjung ini terdiri dari perlengkapan protokol kesehatan seperti masker, handsanitizer dan face shield, yang dilengkapi dengan meja dan papan tulis jalan serta USB yang berisi bahan pengajaran dari Tikomdik Disdik Jawa Bara lalu video motivasi untuk tetap berintegritas.

Adapun isi di dalam Tas Bakti ini mengandung nilai kearifan lokal gotong royong dan pembuat maskernya adalah SMKN 9 Bandung, pembuat handsanitizer adalah pelajar SMKN 5 Bandung, pembuat tas yang bisa diubah menjadi meja dan papan tulis adalah alumni desainer ITB.

"Kemudian pembuat materi bahan ajar pembelajaran kontektual-kolaboratif yang telah diunduh ke dalam USB disusun oleh Tikomdik Disdik Jabar dan para talent siswa SMA/SMK/SLB," jelasnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.

Dedi mengungkapkan, dalam menghadapi tantangan pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19, terdapat banyak guru di Jabar yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi.

"Para guru tersebut melakukan kunjungan ke rumah siswa untuk tetap memberikan layanan pendidikan bagi siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi dan akses teknologi," imbuhnya.

Untuk itu, Jabar Masagi sebagai program unggulan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di bidang pendidikan karakter khas Jawa Barat berkolaborasi dengan PT SMI, JAGI Foundation, Rumpun Indonesia, dan Tikomdik Disdik Jawa Barat memberikan Tas Bakti Guru Kunjung sebagai solusinya.

Menurutnya, hampir delapan bulan sejak pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia, para pelajar di Jabar terpaksa belajar di rumah. Sehingga, dengan kebijakan belajar di rumah ini, sebagian peserta didik bisa tetap berkomunikasi dengan gurunya melalui perangkat teknologi informasi.

"Akan tetapi di daerah terpencil atau pelosok Jabar sebagian guru dan peserta didik kesulitan mengakses jaringan komunikasi akibat rumahnya masuk dalam kawasan blank spot tanpa jaringan atau sinyal internet," katanya.

Oleh karena itu, para guru melakukan pertemuan terbatas dengan para pelajar atau muridnya, sampai mendatangi ke rumah-rumah mereka untuk memberikan materi pengajaran.

Hal tersebut, kata Dedi, sudah berjalan di sejumlah kawasan di Jabar semenjak kasus-kasus Covid-19 bermunculan dan menyebar. Selain itu, tidak jarang para guru harus berjalan sampai ribuan meter untuk berkeliling mengunjungi rumah-rumah pelajar atau muridnya.

Menurutnya, pembelajaran secara daring memang merupakan sebuah tantangan berat bagi semua pihak di dunia pendidikan. Pemprov Jabar pun menyadari pembelajaran daring ini mempunyai kelemahan, terutama di kawasan yang tidak terlayani jaringan internet.

"Tidak semua pembelajaran bisa dilakukan dengan daring, terutama bagi pelajar SMK yang memiliki mata pelajaran praktek," ujarnya.

Disdik Jabar memberikan 2,2 juta paket data internet kepada para pelajar dan guru untuk membantu proses pembelajaran daring. Termasuk peminjaman gawai milik sekolah kepada pelajar yang tidak memiliki gawai.

"Ternyata itu pun juga belum semua memenuhi karena kondisi geografis di Jawa Barat ini masih banyak memiliki area yang blank spot. Ada sekitar 1.200 desa dengan status desa desa hutan," katanya.

"Kalau letak sekolahnya mungkin masih ada di pusat kecamatan, tapi siswa-siswanya kebanyakan di pelosok yang tidak terjangkau jaringan. Akhirnya, tidak sedikit guru yang berkunjung ke rumah-rumah siswa," tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya